Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Tekan Kasus Penularan, KPA dan Pemkot Pekanbaru Siapkan Program Penyuluhan HIV/AIDS ke Kampus

Tekan Kasus Penularan, KPA dan Pemkot Pekanbaru Siapkan Program Penyuluhan HIV/AIDS ke Kampus
Ketua KPA Kota Pekanbaru Markarius Anwar
Sabtu, 31 Oktober 2026 08:22 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto
PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah proaktif dalam menekan laju penyebaran penyakit menular di kalangan generasi muda. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan setempat memperluas jangkauan edukasi dengan menyasar lingkungan perguruan tinggi.

Langkah ini diambil menyusul temuan kasus yang mengindikasikan adanya kelompok usia produktif dari kalangan terpelajar yang rentan terpapar. Penyuluhan tersebut dinilai krusial untuk membekali para mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai cara penularan hingga langkah pencegahan secara dini.

"Karena ternyata banyak juga dari kalangan mahasiswa yang terjangkit HIV/AIDS ini. Tentu kita juga akan melakukan penyuluhan dan pencegahan di kampus-kampus yang ada," ujar Ketua KPA Kota Pekanbaru, Markarius Anwar usai melakukan kunjungan ke kantor Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Pekanbaru, Jumat (30/10/2026).

Sebelum menyasar perguruan tinggi, lembaga penanggulangan tersebut telah lebih dulu menggencarkan program sosialisasi langsung ke satuan pendidikan tingkat menengah melalui program KPA Go to School. Dengan perluasan sasaran ini, jejaring pencegahan diharapkan mampu menjangkau kelompok usia yang lebih luas.

"Jadi selanjutnya kita akan bekerjasama juga dengan kampus-kampus yang ada di Kota Pekanbaru untuk penyuluhan pencegahan HIV/AIDS," tambah Markarius yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pekanbaru.

Selain merambah institusi pendidikan tinggi, strategi penguatan pencegahan dari hulu juga dilakukan dengan melibatkan tenaga pendidik di sekolah menengah. Pemerintah daerah berencana memberikan pelatihan khusus kepada para guru Bimbingan dan Konseling (BK) agar memiliki kompetensi mumpuni untuk bertindak sebagai penyuluh di lingkungan sekolah masing-masing.

Langkah konsolidasi lintas sektor ini sebelumnya telah diawali dengan mengumpulkan seluruh kepala sekolah menengah pertama, baik negeri maupun swasta, di ibukota Provinsi Riau guna menyamakan persepsi dalam penanganan kasus di tingkat satuan pendidikan.

"Kita ajak kepala-kepala sekolah ini dan juga guru BK untuk sama-sama melakukan penyuluhan di sekolah masing-masing. Nanti akan kita beri pelatihan agar penyuluh HIV/AIDS lebih aktif melalui guru BK," pungkasnya. ***

wwwwww