Home  /  Berita  /  Balai Kota

Tangis Haru Warnai Penyerahan Ijazah Tertahan di Pekanbaru, Wali Kota Ungkap Peran Baznas

Tangis Haru Warnai Penyerahan Ijazah Tertahan di Pekanbaru, Wali Kota Ungkap Peran Baznas
Momen haru saat warga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho usai anaknya menerima ijazah secara simbolis pada kegiatan Penyerahan Ijazah.
Sabtu, 31 Oktober 2026 10:26 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto
PEKANBARU - Senyum sumringah terpancar dari wajah Muhammad Rum saat menggenggam dokumen kelulusan sang buah hati yang telah mendekam di lemari sekolah selama dua tahun terakhir. Ia bersama puluhan orang tua lainnya tidak bisa menyembunyikan rasa lega setelah dokumen penting tersebut akhirnya berada di tangan mereka.

Dokumen kelulusan milik putranya yang menamatkan pendidikan di salah satu sekolah dasar swasta itu sempat tertahan akibat kendala pelunasan kewajiban administrasi finansial. Berbekal informasi dari pihak kelurahan mengenai program bantuan pemerintah, ia segera mendaftarkan diri hingga akhirnya dipanggil untuk menerima dokumen tersebut secara simbolis pada Kamis (29/10/2026).

"Kami sebagai orang tua wali murid sangat berterima kasih kepada pemerintah kota yang telah meringankan beban kami, sehingga bisa membawa pulang ijazah anak kami," ucapnya usai prosesi penyerahan.

Warga asal Kulim tersebut mengaku sangat terbantu dengan kehadiran program sosial yang digagas oleh pemerintah daerah dalam meringankan beban keluarga kurang mampu yang terbelit tunggakan biaya pendidikan.

Pemerintah Kota Pekanbaru melalui kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru mengambil langkah konkret menyelesaikan permasalahan tersebut. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menjelaskan bahwa seluruh tunggakan biaya di sekolah telah dilunasi setelah melalui tahapan pendataan dan verifikasi faktual di lapangan.

"Orang tua yang ijazah anaknya sempat tertahan, kini bisa menerima kembali ijazahnya," paparnya usai menyerahkan dokumen kepada para wali murid.

Agung menambahkan, penyelesaian masalah ini tidak hanya bertumpu pada dana zakat, tetapi juga melibatkan skema alokasi anggaran khusus serta pendekatan persuasif dengan yayasan sekolah swasta dan pondok pesantren.

Melalui kerja sama tersebut, pihak sekolah tidak sekadar bersedia menyerahkan dokumen para siswa, melainkan turut memberikan diskon pemotongan nominal tunggakan hingga separuh harga.

"Jadi pihak sekolah bukan cuma menyerahkan kembali ijazah, tapi memberi pemotongan tunggakan biaya sekolah hingga 50 persen," jelasnya.

Pemerintah daerah memastikan program pengentasan hambatan administrasi pendidikan ini akan terus bergulir mengingat masih ada ratusan dokumen serupa yang terdata di berbagai satuan pendidikan. Pada tahap awal penyaluran ini, sebanyak 59 orang tua telah menerima kembali dokumen anak mereka dari total sekitar 640 kasus yang tercatat.

Dalam rangkaian acara yang dipusatkan di SMPN 6 Pekanbaru tersebut, pemerintah kota turut menyalurkan Beasiswa Pendidikan Sinergi yang bersumber dari pengumpulan zakat Unit Pengumpul Zakat Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

Bantuan tunai tersebut masing-masing senilai Rp1 juta untuk pelajar tingkat sekolah menengah pertama dan Rp750 ribu bagi pelajar sekolah dasar, ditambah pembagian 1.500 paket perlengkapan sekolah bagi penerima jalur afirmasi. ***

wwwwww