Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
8 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

EMTEK Pegang Hak Siar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Targetkan Timnas Indonesia Juara

EMTEK Pegang Hak Siar FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Targetkan Timnas Indonesia Juara
Menpora Erick Thohir. (PSSI)
Selasa, 15 September 2026 19:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - FIFA ASEAN Cup 2026 bakal menjadi panggung baru bagi persaingan sepak bola negara-negara Asia Tenggara. Di tengah meningkatnya kekuatan tim nasional kawasan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan target Indonesia bukan sekadar menjadi tuan rumah, melainkan meraih gelar juara.

Turnamen yang menjadi ajang resmi perdana FIFA untuk kawasan Asia Tenggara itu akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Premier Division, dengan seluruh pertandingan Grup A yang dihuni Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Erick mengatakan target juara tersebut muncul seiring dengan semakin seriusnya negara-negara Asia Tenggara memperkuat tim nasional masing-masing.

“Karena saya melihat keseriusan dari negara-negara tetangga untuk FIFA Matchday ini terjadi banyak sekali percepatan, juga naturalisasi,” kata Erick kepada awak media di Studio SCTV Senayan Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Erick, Malaysia menjadi salah satu negara yang melakukan langkah agresif untuk meningkatkan kekuatan skuadnya. Vietnam juga dinilai semakin kompetitif setelah menjuarai AFF dan kembali menambah pemain naturalisasi.

“Malaysia kemarin kalau tidak salah mungkin lima sampai tujuh naturalisasi yang didorong untuk FIFA ASEAN ini. Vietnam yang juara AFF, memang luar biasa timnya, menambah lagi dua naturalisasi, salah satunya dari Afrika,” ujarnya.

Persaingan tersebut membuat PSSI tidak ingin Indonesia hanya berstatus sebagai peserta. Erick menegaskan Skuad Garuda memiliki target tinggi ketika tampil di hadapan pendukung sendiri. “Nah, tentu Indonesia ingin juara juga, ya,” tegasnya.

EMTEK Pegang Hak Siar Eksklusif
Perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 nantinya dapat disaksikan masyarakat melalui ekosistem EMTEK Media yang menjadi pemegang hak siar eksklusif turnamen tersebut di Indonesia.

Sebanyak 21 pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 akan ditayangkan melalui sejumlah platform. Khusus seluruh pertandingan Timnas Indonesia di Grup A, siaran langsung akan tersedia secara simulcast di INDOSIAR, SCTV, VIDIO, dan NEX.

Sementara laga Premier Division lainnya serta pertandingan Challenge Division akan disiarkan secara langsung melalui MOJI, VIDIO, dan NEX.

Direktur Utama EMTEK Media Sutanto Hartono mengatakan pihaknya mendapat kepercayaan dari FIFA untuk menjadi pemegang hak siar turnamen sepak bola antarnegara di kawasan Asia Tenggara tersebut.

“Kami berkomitmen memproduksi dan menayangkan seluruh pertandingan dengan kualitas terbaik dan jangkauan yang luas, agar masyarakat Indonesia dapat menikmati setiap pertandingan serta momen menarik dari FIFA ASEAN CUP 2026,” ujar Sutanto.

EMTEK Media juga akan memproduksi 14 pertandingan Premier Division yang berlangsung di Indonesia, termasuk seluruh pertandingan Indonesia, serta Opening Ceremony dan Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026. Produksi tersebut selanjutnya didistribusikan ke negara-negara lainnya.

Format Dua Kasta, Tanpa Semifinal

FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan format yang berbeda dari kompetisi regional pada umumnya. Sebanyak 14 negara dibagi ke dalam dua level kompetisi, yakni Premier Division dan Challenge Division.

Premier Division menjadi kasta tertinggi yang diikuti Indonesia, Bangladesh, Malaysia, Singapura, Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Grup A yang dihuni Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura akan seluruhnya bermain di SUGBK. Sementara Grup B yang terdiri dari Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina akan bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Tidak terdapat babak semifinal dalam format turnamen ini. Juara Grup A dan juara Grup B akan langsung bertemu di partai final.

Sedangkan Challenge Division digelar terpusat di Hong Kong, Tiongkok. Grup A terdiri dari Hong Kong-Tiongkok, Laos, dan Brunei Darussalam. Grup B dihuni Kamboja, Myanmar, dan Timor-Leste.

FIFA ASEAN Cup 2026 juga masuk dalam kalender resmi FIFA. Hasil pertandingan karena itu akan turut memengaruhi peringkat dunia FIFA negara-negara peserta.

Dengan status sebagai tuan rumah sekaligus target untuk menjadi juara, Indonesia akan menghadapi persaingan yang tidak ringan. Terlebih, Malaysia dan Vietnam datang dengan skuad yang terus diperkuat melalui proses naturalisasi.

Nobar Wajib Berlisensi

Selain hak siar, EMTEK Group melalui Indonesia Entertainment Group (IEG) juga menjadi pemegang lisensi resmi untuk kegiatan nonton bareng (nobar) FIFA ASEAN Cup 2026.

Pelaku usaha maupun komunitas yang ingin menggelar nobar, baik untuk kepentingan komersial maupun non-komersial, diwajibkan melakukan registrasi dan memperoleh lisensi resmi dari IEG. Ketentuan tersebut berlaku bagi penyelenggara di berbagai lokasi, termasuk kafe, restoran, hotel, sinema atau bioskop, maupun komunitas.

Dengan demikian, perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi ujian bagi ambisi Skuad Garuda di level regional, tetapi juga menjadi momentum bagi sepak bola Indonesia untuk bersaing di turnamen resmi FIFA dengan target yang sudah ditegaskan sejak awal, yakni juara. ***

wwwwww