Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
11 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
15 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Pembenahan Menyeluruh

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Pembenahan Menyeluruh
Kepala BGN Sudaryono.
Sabtu, 05 September 2026 15:57 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menyatakan lembaganya terpukul atas kemunculan kembali kasus keracunan makanan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, BGN memastikan tidak akan menyerah dan terus melakukan pembenahan tata kelola program tersebut secara menyeluruh usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Pembenahan Menyeluruh di Tubuh BGN

Sebagai lembaga baru, BGN tengah melakukan perbaikan secara bertahap mulai dari sumber daya manusia, sistem, regulasi, teknologi informasi, pelaporan, hingga pengawasan. Sudaryono menjelaskan bahwa lembaganya berupaya melakukan bersih-bersih dengan sumber daya yang ada dan proses tersebut telah berjalan sekitar satu bulan terakhir.

"BGN ini kan adalah lembaga baru, dipimpin oleh pemimpin yang sebelumnya. Kemudian tindakan mohon maaf koruptifnya ini, sebagaimana saya laporkan di dalam tadi, kan ini kemudian nular. Nah, kami ini sedang coba beres-beres, bersih-bersih dengan SDM yang ada, dan so far berjalan dengan baik," ujar Sudaryono.

Tantangan Keamanan Pangan dan Pengawasan

Di tengah proses pembenahan yang berjalan, BGN kembali dihadapkan pada persoalan kasus keracunan makanan di sejumlah daerah. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi BGN untuk memastikan pelaksanaan program MBG memenuhi standar keamanan pangan yang ketat.

"Tapi kemudian di atas itu semua, tiba-tiba ada keracunan makanan, itu kemudian kami aduh, cukup... sangat prihatin dan drop, ya," tambahnya.

Sudaryono memastikan perbaikan akan terus dilanjutkan mencakup berbagai aspek penyelenggaraan, termasuk tata kelola, aturan, hingga alur penataan keuangan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

"Insya Allah ini kami kita perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, flow-flow penataan keuangannya, dan lain sebagainya," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Balai Kota
wwwwww