Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
17 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
20 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan, Purbaya Putuskan Tahan Dana SAL di Perbankan

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan, Purbaya Putuskan Tahan Dana SAL di Perbankan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat mengunjungi GIIAS 2026. (foto: alvian yoga yulianto/kumparan)
Rabu, 02 September 2026 18:38 WIB

JAKARTA - Likuiditas perbankan nasional dipastikan mendapat tambahan tenaga segar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk menahan penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan hingga bulan Juli 2027 guna menggenjot penyaluran kredit secara masif.

Langkah ini diambil setelah melihat tren positif pertumbuhan kredit yang saat ini menyentuh 13,8 persen. Dengan adanya penahanan SAL dalam jangka panjang, Purbaya menargetkan ekspansi kredit bisa berlari lebih kencang hingga menyentuh angka 20 persen.

"SAL kalau ditahan terus ke depan, cukup menciptakan pertumbuhan kredit di atas 20 persen. Data terakhir kan kredit 13,8 persen, meningkat dibanding sebelumnya karena pengaruh likuiditas di sistem keuangan kita tadi," sebutnya di Kompleks Parlemen, Rabu (2/9).

Indikator Uang Beredar

Keputusan perpanjangan ini didasarkan pada analisis pergerakan base money (M0) yang dianggap lebih relevan dalam membaca kondisi likuiditas, dibandingkan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK). Pada Juli 2026, base money tercatat melesat 18,3 persen, dengan proyeksi tetap stabil di angka 18 persen pada Agustus.

Untuk memastikan penyaluran likuiditas ini tepat sasaran, pemerintah menggandeng Bank Indonesia (BI). Komunikasi intensif dengan bank sentral dinilai mutlak diperlukan agar sektor swasta bisa bernapas lebih panjang dan berekspansi.

"Dengan koordinasi yang lebih baik antara keuangan dengan bank sentral, ruang bagi kita untuk menciptakan kondisi likuiditas yang bagus untuk perbankan terbuka lebar. Sektor swasta itu bisa tumbuh lebih baik dibanding tahun sebelumnya," tambahnya.

Fleksibilitas Anggaran dan Pertumbuhan

Melihat kesiapan sistem keuangan, Menkeu sangat optimistis pertumbuhan ekonomi tidak akan mandek. Angka 6 persen dinilai sebagai target yang sangat realistis untuk dilampaui berkat intervensi aktif pemerintah.

"Itu, kalau pemerintah malas saja bisa tumbuh 6 persen ekonominya. Kan sekarang pemerintah rajin, jadi akan signifikan di atas 6 persen," tegasnya.

Meskipun ditempatkan di bank, Purbaya menegaskan pemerintah tidak kehilangan kontrol atas dana tersebut. Jika arus kas negara membutuhkan, SAL dapat ditarik sewaktu-waktu dengan syarat telah memenuhi prosedur legislasi dan dikoordinasikan secara ketat bersama BI.

"Kalau memang mau dipakai nanti kami komunikasikan dengan bank sentral, sehingga base money itu tidak terganggu," pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww