Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
10 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kampus

Pengamat Soroti Defisit US$12,5 Miliar: Cari Utang Baru atau Pangkas Subsidi BBM

Pengamat Soroti Defisit US$12,5 Miliar: Cari Utang Baru atau Pangkas Subsidi BBM
Antri BBM subsidi. (ilustrasi: hermanto ansam/gosumbar.com/gemini ai)
Rabu, 26 Agustus 2026 06:10 WIB

JAKARTA – Melebarnya defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 memicu reaksi kritis dari kalangan analis ekonomi. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai pemerintah kini berada di persimpangan jalan untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah, dengan dua opsi yang sama-sama memiliki konsekuensi berat bagi fiskal negara maupun masyarakat.

"Berarti pemerintah harus mencari utang baru minimal tiga kali lipat untuk menambal defisit transaksi berjalan agar tidak melebar," tegasnya merespons situasi ekonomi terkini, Selasa (25/8/2026).

Dua Opsi Penyelamat Rupiah

Ibrahim membedah dua skenario yang saat ini terbuka bagi pengambil kebijakan guna meredam laju defisit yang menyentuh angka 3,3 persen dari PDB tersebut:

  • Penerbitan Utang Valas Baru: Mencari pembiayaan dari pasar global, termasuk menerbitkan obligasi di Tiongkok. Namun, langkah ini dibayangi beban berat utang jatuh tempo tahun ini yang mencapai Rp900 triliun.
  • Pemangkasan Subsidi BBM: Berdasarkan draf RAPBN 2027, pemerintah berencana memangkas drastis kuota BBM bersubsidi. Kuota akan diturunkan menjadi 20,09 juta kiloliter, atau susut 28,34 juta kiloliter (58,51 persen) dibandingkan kuota 2026 yang sebesar 48,43 juta kiloliter. Asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dipatok pada level US$75 per barel.

Ibrahim secara khusus mewanti-wanti opsi kedua terkait pengetatan distribusi Pertalite dan Biosolar tahun depan. Menurutnya, pemotongan alokasi energi bersubsidi memerlukan perhitungan politik yang sangat matang.

"Artinya, penyaluran Pertalite dan Biosolar diperketat. Kalau pemerintah menghilangkan subsidi untuk BBM, dikhawatirkan berdampak kepada stabilitas nasional," tandasnya.

Sorotan Data Bank Indonesia

Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso membeberkan rincian statistik yang memicu kewaspadaan pasar. Data BI menunjukkan pembengkakan defisit yang sangat signifikan jika dikomparasikan secara historis:

  • Kuartal II-2026 mencatat defisit sebesar US$12,5 miliar, melonjak 3,5 kali lipat dari kuartal I-2026 yang hanya berada di posisi US$3,6 miliar (1 persen dari PDB).
  • Angka ini memecahkan rekor defisit terburuk sejak kuartal I-2004, melampaui puncak defisit kuartal II-2013 yang tercatat sebesar US$10,1 miliar.
  • Pelemahan ini dipicu oleh neraca perdagangan migas yang mencetak defisit, melandainya surplus nonmigas, serta meningkatnya defisit neraca pendapatan primer.
  • Posisi cadangan devisa (cadev) hingga akhir Juni 2026 berada di level US$145,6 miliar, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor.

"Defisit transaksi berjalan yang lebih tinggi di kuartal kedua ini dipengaruhi sejumlah faktor temporer," terangnya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Meski data makro menunjukkan tren koreksi tajam, Ramdan meyakini dampak positif dari penurunan tarif resiprokal Amerika Serikat dan proyeksi kenaikan harga komoditas global akan sanggup menopang ketahanan eksternal. Di tengah dinamika ini, pasar memproyeksikan Bank Indonesia akan tetap menahan suku bunga acuan BI-Rate di level 6,25 persen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww