Pesan Terakhir Sutrimo Sebelum Meninggal, Kirim Foto Makanan ke Keluarga
![]() |
| Garis polisi melintang di Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jaksel yang jadi TKP temuan jenazah pria bernama Sutrimo. (Foto: dok. istimewa) |
JAKARTA - Kepolisian berencana melakukan ekshumasi terhadap jenazah eks staf Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Sutrimo untuk menyelidiki penyebab kematiannya yang dinilai janggal di Jakarta Selatan. Langkah pembongkaran makam ini diambil guna memungkinkan pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah.
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, menerangkan bahwa komunikasi terakhir almarhum dengan pihak keluarga berlangsung pada tanggal 19 hingga 23 Juli 2026. Berdasarkan rekam jejak percakapan, Sutrimo masih aktif beraktivitas dan mengirimkan foto makanan berjenis ayam goreng Lamongan kepada keluarganya sekitar pukul 03.18 WIB, Selasa (11/8/2026).
“Terakhir itu dari tanggal 19 sampai dengan 23 Juli. Dia terakhir jam 03.18 itu ngirim foto makanan," kata Aan saat dihubungi wartawan melalui telepon
Menjelang pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB, Sutrimo kembali mengirimkan foto saat dirinya duduk di seberang rumah utama milik eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Pesan tersebut sempat dibaca oleh pihak keluarga pada pukul 06.00 WIB, namun tidak mendapat balasan dari almarhum.
Keluarga kemudian dikejutkan dengan panggilan telepon dari nomor milik Sutrimo pada pukul 08.00 WIB. Panggilan tersebut baru diangkat pada pukul 08.30 WIB oleh seseorang yang mengaku sebagai rekan almarhum dan mengabarkan bahwa Sutrimo telah meninggal dunia.
Aan menambahkan, dari riwayat percakapan WhatsApp selama rentang waktu 19 sampai 23 Juli 2026, almarhum tidak pernah mengeluhkan rasa sakit. Sutrimo justru berkomunikasi secara normal dan sempat membagikan momen saat dibelikan minyak wangi oleh ajudan Febrie Adriansyah serta makan bersama di kawasan Blok M.
Meskipun sebelumnya sempat ada keluhan terkait kondisi kaki bengkak akibat riwayat penyakit gula sebelum berangkat ke Jakarta, keluarga memastikan komunikasi terakhir menunjukkan kondisi yang wajar. Hasil pemeriksaan forensik melalui ekshumasi nantinya diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap fakta di balik kematian Sutrimo.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Opini |







