CdM Todotua Sebut Visitasi Berikan Gambaran Kesiapan Cabor dan Ruang Penyelesaian
![]() |
Penulis: Azhari Nasution
Dalam setiap visitasi, Todotua berdialog langsung dengan pengurus, pelatih, atlet, dan ofisial untuk mengidentifikasi kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Mulai dari kebutuhan keberangkatan, akomodasi, transportasi, hingga berbagai kebutuhan khusus yang dapat mendukung atlet selama berada di Jepang.
"Prinsipnya sama seperti cabang olahraga lainnya. Kami bertemu dengan atlet dan ofisial, kemudian berkomunikasi mengenai hal-hal nonteknis apa yang bisa kami koordinasikan dan support. Kami ingin memastikan keberadaan atlet dan ofisial, mulai dari keberangkatan, selama berada di sana sampai pulang, berada dalam kondisi terbaik," ujar Todotua.
Menurutnya, rangkaian visitasi tersebut juga memberikan gambaran langsung mengenai kesiapan masing-masing cabang olahraga sekaligus menjadi ruang untuk menyelesaikan berbagai potensi kendala sebelum kontingen bertolak ke Aichi-Nagoya.
"Kami ingin memastikan atlet tidak memiliki beban lain dan bisa fokus bertanding serta memberikan yang terbaik untuk Merah Putih. Hal-hal nonteknis terkadang bisa menjadi faktor penentu pada hari pertandingan, sehingga itu yang ingin kami minimalkan," katanya.

Salah satu cabang olahraga yang baru saja dikunjungi adalah angkat besi, yang menjadi salah satu andalan Indonesia untuk meraih medali pada Asian Games 2026. Setelah melihat langsung persiapan pelatnas dan berdiskusi dengan jajaran pengurus serta atlet, Todotua menilai kesiapan cabang olahraga tersebut memberikan tingkat kepercayaan diri yang positif.
"Kami melihat persiapan pelatnas sudah sangat baik. Kami juga berdiskusi dengan Sekjen dan melihat langsung atlet yang akan berangkat serta proses latihan mereka. Ini memberikan level of confidence yang besar bahwa angkat besi memiliki peluang untuk meraih medali di Asian Games," ujar Todotua.
Sekretaris Jenderal PABSI, Djoko Pramono, menyambut positif kehadiran CdM yang turun langsung melihat persiapan atlet. Menurutnya, waktu menuju Asian Games semakin dekat sehingga koordinasi antara cabang olahraga dan CdM menjadi semakin penting.
"Waktu sudah tidak lama lagi, tinggal kurang lebih satu bulan. Ketika beliau sudah ditunjuk sebagai leader kita saat pertandingan, penting sekali beliau melihat dan turun langsung ke bawah. Dengan begitu beliau tahu apa yang perlu didukung di sana, sehingga kesalahan atau kendala yang terjadi sebelumnya tidak terulang pada Asian Games kali ini," kata Djoko.

Pastikan Kesiapan di Nagoya
Seiring dengan semakin dekatnya keberangkatan kontingen, Tim CdM juga terus melakukan persiapan di Jepang. Advance team saat ini telah berada di Nagoya untuk melakukan koordinasi langsung dengan berbagai pihak terkait.
Todotua mengatakan Nagoya memiliki sejumlah tantangan yang perlu dipastikan sejak awal, khususnya menyangkut venue pertandingan, transportasi, dan kebutuhan kontingen selama berada di Jepang.
"Tim advance kami terus berada di sana dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Nagoya memiliki tantangan tersendiri, termasuk terkait venue dan transportasi. Karena itu, kami ingin memastikan semuanya sudah dipersiapkan dan dikoordinasikan sebelum kontingen tiba," jelas Todotua.
Memasuki Agustus, Tim CdM juga akan kembali melakukan pertemuan dengan cabang olahraga untuk mematangkan berbagai kebutuhan menjelang keberangkatan. Selain itu, Tim Indonesia Day akan digelar sebagai bagian dari kampanye menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sekaligus memperkenalkan cabang olahraga dan atlet yang akan membawa nama Indonesia di panggung Asia.
"Selain itu akan ada kegiatan Tim Indonesia Day untuk Campaign Event ini dan untuk Campaign cabor dan atlet yang akan ikut di Asian Games," tutupnya. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |








