Kemhan Tutup Diklat SPPI, 33 Ribu Peserta Dinyatakan Lulus
![]() |
| Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). |
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi merampungkan rangkaian kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) KDKMP dan KNMP Tahun 2026. Sebanyak 33.785 peserta dinyatakan lulus dalam upacara penutupan yang dilangsungkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur Jumat (31/7/2026).
Para lulusan ini dipersiapkan untuk mengisi posisi penting dalam pengelolaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh wilayah Indonesia. Mereka akan segera diterjunkan secara bertahap seiring dengan selesainya pembangunan fisik infrastruktur koperasi di lapangan.
"Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi," ujar Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota.
Progres Pembangunan Fisik
Berdasarkan data hingga akhir Juli 2026, PT Agrinas Pangan Nusantara mencatat sebanyak 18.672 bangunan Kopdes Merah Putih telah selesai dikerjakan. Sementara itu, 3.558 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan lanjutan, dengan 1.021 unit di antaranya sudah mulai menjalankan aktivitas operasional.
Untuk memastikan rantai pasok dan distribusi berjalan lancar, pihak pengelola telah menerbitkan pemesanan logistik bagi ribuan unit usaha yang siap beroperasi. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat perputaran roda ekonomi di kawasan pedesaan.
"Mengenai kesiapan kita untuk operasional dan distribusi logistik. Kita sekarang sudah melakukan PO, mengeluarkan PO untuk 10.000 koperasi yang sudah siap operasional ditambah dengan yang sudah diresmikan pada bulan Mei kemarin oleh Bapak Presiden, totalnya 1.061," tambah Joao.
Persiapan Tahap Lanjutan
Menanggapi keberhasilan program tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah mematangkan rencana pelaksanaan diklat gelombang kedua. Kepastian jadwal masih menunggu hasil rapat koordinasi lanjutan di tingkat pusat.
Kendati demikian, mekanisme penyiapan personel telah berjalan melalui sistem penampungan data atau talent pool. Kemhan memperkirakan kuota untuk gelombang berikutnya tidak akan jauh berbeda dari jumlah peserta pada tahap pertama.
"Kuotanya mungkin beda sedikit saja," tutur Tri menutup keterangannya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Kampus |










