Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
23 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
3
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
12 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
4
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
5
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
12 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Home  /  Berita  /  Kampus

Menjaga Dapur Rakyat Terus Mengepul: Komut Pertamina Dorong Keandalan Pasokan LPG Tanjung Sekong

Menjaga Dapur Rakyat Terus Mengepul: Komut Pertamina Dorong Keandalan Pasokan LPG Tanjung Sekong
Komut PT Pertamina Mochamad Iriawan saat kunker MWT ke Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. (Ist)
Kamis, 30 Juli 2026 17:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
CILEGON - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan pasokan energi nasional, khususnya Liquefied Petroleum Gas (LPG), guna memastikan pemenuhan aktivitas ekonomi dan kebutuhan harian masyarakat tetap terjaga tanpa hambatan. Langkah ini ditegaskan melalui peninjauan manajemen langsung di fasilitas operasional vital yang menjadi penopang utama distribusi energi di Jawa hingga Sumatera.

Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan melakukan kunjungan kerja Management Walk Through (MWT) di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Rabu (29/7/2026) sore. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam menjaga ketersediaan pasokan energi nasional.

Terminal LPG Tanjung Sekong sendiri bukanlah sekadar instalasi operasional biasa, melainkan Objek Vital Nasional sekaligus hub penyimpanan LPG terbesar di Indonesia. Fasilitas ini memegang peranan yang sangat krusial dalam menyokong rantai pasok energi domestik secara berkelanjutan.

Sebagai jantung pasokan LPG nasional, Terminal Tanjung Sekong menyalurkan sekitar 35 hingga 40 persen kebutuhan LPG Indonesia. Jangkauan penyebarannya membentang luas mencakup 63 kabupaten dan kota yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan.

Komut Mochamad Iriawan, menekankan bahwa LPG bukan sekedar komoditas komersial, melainkan penyambung kehidupan dan penggerak roda ekonomi masyarakat. Setiap kilogram gas yang didistribusikan mempunyai dampak langsung terhadap keberlangsungan dapur rumah tangga hingga sektor usaha.

“LPG memastikan dapur-dapur rumah tangga para ibu terus mengepul, UMKM terus berproduksi menggerakkan ekonomi lokal, dan industri nasional memiliki kepastian pasokan energi. Tanpa kerja keras di sini, denyut aktivitas ribuan masyarakat bisa terhenti,” ujar Iriawan di hadapan manajemen.

Dalam arahan strateginya, pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menekankan tiga poin utama yang wajib dijalankan, dimulai dari penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tanpa kompromi. Ia meminta seluruh pekerja mematuhi prosedur keselamatan kerja yang ketat serta berani menerapkan Stop Work Authority (SWA) seperti arahan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri beberapa waktu lalu jika menemukan potensi bahaya.

Selain keselamatan, komut Pertamina Iwan Bule juga mendorong langkah dekarbonisasi dan integrasi energi terbarukan di hub penyimpanan tersebut, dimana terminal Tanjung Sekong diarahkan untuk bekerja sama dengan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) guna menjajaki pemanfaatan hidrogen hijau berbasis panas bumi sebagai sumber energi operasional.

Poin ketiga yang menjadi sorotan utama adalah digitalisasi dan efisiensi rantai pasok ( supply chain ). Pemantauan stok secara real-time serta efisiensi waktu tambat kapal kargo terus dioptimalkan untuk mencegah dan mencegah terjadinya kelangkaan pasokan di daerah sasaran.

Melalui peningkatan digitalisasi dan kesiapstandaran operasional, Pertamina berkomitmen membawa amanah besar negara dalam menjamin ketersediaan energi yang adil dan merata. Seluruh petugas Pertamina diimbau untuk terus bekerja dengan integritas tinggi dan profesionalisme.

Kunjungan MWT tersebut ditutup dengan apresiasi mendalam kepada seluruh insan Pertamina Tanjung Sekong yang tak kenal lelah menjaga pasokan energi negeri. Pertamina optimis dapat melangkah menjadi perusahaan energi global yang tangguh, hijau, dan terpercaya. ***

wwwwww