Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
16 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
13 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
13 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Opini

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Meninggal, Polisi Kumpulkan Rekam Medis dan Periksa Saksi

Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Meninggal, Polisi Kumpulkan Rekam Medis dan Periksa Saksi
Senin, 27 Juli 2026 17:44 WIB

JAKARTA - Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian Sutrimo, penjaga rumah Febrie Adriansyah. Imbauan ini disampaikan mengingat proses pemeriksaan medis dan pengumpulan bukti di lapangan hingga kini masih terus berjalan secara intensif.

Sutrimo sebelumnya ditemukan tidak sadarkan diri di area halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026). Korban kemudian langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan meninggal dunia saat mendapat penanganan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan rasa belasungkawa atas peristiwa yang menimpa almarhum. Ia menyatakan bahwa jajaran kepolisian turut berduka atas kepergian korban.

"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Budi Hermanto pada Minggu (26/7/2026).

Untuk mengungkap fakta secara menyeluruh, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mendampingi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan klarifikasi terhadap para saksi. Pihak keluarga, pengemudi ambulans, hingga tenaga medis yang menangani korban turut dimintai keterangan.

Petugas kepolisian juga memeriksa rekam medis almarhum, data pemesanan transportasi medis, serta melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi awal ditemukannya korban. Pendalaman data ini dilakukan guna memperoleh konstruksi peristiwa yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," terangnya.

Polda Metro Jaya memastikan bakal menginformasikan setiap temuan resmi kepada publik setelah seluruh proses pengujian rampung. Masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

"Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:idntimes.com
Kategori:Opini
wwwwww