Lindswell Kwok Bicara Soal Mental Hingga TC di Luar Negeri Menjadi Penentu Perorma Atlet
![]() |
| Lindswell Kwok bersama Komite Eksekutif NOC Indonesia, Harry Warganegara. (NOC Indonesia) |
Penulis: Azhari Nasution
Peraih medali perak Asian Games Incheon 2014 dan medali emas Asian Games Jakarta 2018 ini sempat berdiskusi dengan Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu saat visitasi cabang olahraga wushu di Gedung GBK Arena Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026) kemarin.
Dalam dialog tersebut, Lindswell mengungkapkan bahwa prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan persiapan fisik, tetapi juga oleh kekuatan mental saat menghadapi tekanan pertandingan.
Menurut Lindswell, yang pernah merasakan atmosfer persaingan multi-event internasional, menjaga kondisi psikologis atlet menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan performa ketika tampil di arena pertandingan.
Makanya, jelas Lindswel, kesiapan mental atlet sangat berkaitan dengan bagaimana seluruh kebutuhan mereka dipersiapkan sebelum pertandingan. Termasuk memberikan kesempatan melakukan Training Camp (TC) dii luar negeri dan menimba pengalaman bertanding di level internasional dalam upaya meningkatkan rasa percaya diri atlet ketika menghadapi lawan.

"Ketika mereka menjalani TC di luar negeri dengan persiapan matang maka suasananya berbeda sekali ketika masuk ke arena pertandingan. Mental atlet menjadi jauh lebih siap dibandingkan kalau hanya berlatih di kandang sendiri," jelasnya.
Pemegang gelar lima kali juara dunia wushu nomor Taijiquan dan Taijijian ini menilai aspek psikologis menjadi semakin penting bagi cabang olahraga yang mengandalkan performa individu. Karena, atlet harus mampu mengelola tekanan dan tampil optimal dengan kesiapan diri sendiri.
Selain faktor mental, Lindswell juga menyampaikan pentingnya perhatian terhadap detail pelayanan atlet untuk menciptakan kenyamanan selama mengikuti multi-event. Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan pendukung lainnya, katanya, dapat membantu atlet menjaga fokus menjelang pertandingan.
"Yang paling penting sebenarnya adalah psikologis atlet. Kepercayaan diri mereka saat berada di arena sangat dipengaruhi oleh bagaimana persiapannya dibangun sejak jauh-jauh hari. Untuk cabang olahraga seperti wushu, atlet bertanding secara individu sehingga kesiapan mental menjadi sangat penting," ujarnya.

Masukan Penting
Bagi CdM Todotua, masukan dari atlet dan mantan atlet menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan Kontingen Indonesia. Karena itu, setiap kunjungan ke cabang olahraga tidak hanya dilakukan untuk melihat perkembangan latihan, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk memahami kebutuhan atlet dari pengalaman langsung mereka.
"Kami ingin mendengar langsung dari mereka yang pernah berada di lapangan. Atlet dan mantan atlet adalah pihak yang paling memahami kebutuhan selama mengikuti multi-event. Masukan-masukan seperti inilah yang menjadi bekal kami untuk memastikan pelayanan kepada kontingen benar-benar menjawab kebutuhan atlet ketika berada di Asian Games nanti," ujar Todotua.
Masukan tersebut menjadi perhatian Todotua dalam menjalankan perannya sebagai CdM. Ia menegaskan bahwa tugas CdM bukan hanya mengatur keberangkatan kontingen, tetapi memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi agar mereka dapat berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan.
"Kami ingin atlet datang ke arena hanya memikirkan pertandingan. Setiap cabang olahraga memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu kami datang, berdiskusi, mendengar pengalaman mereka, lalu menyiapkan solusi yang paling sesuai. Semakin banyak kami mendengar dari atlet, mantan atlet, pelatih, dan ofisial, semakin baik pula pelayanan yang bisa kami siapkan untuk kontingen Indonesia," imbuhnya. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |







