Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Bali Berpotensi Kuat Gantikan Ibu Kota Baru Jadi Magnet Pasar Modal Global

Bali Berpotensi Kuat Gantikan Ibu Kota Baru Jadi Magnet Pasar Modal Global
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Kamis, 02 Juli 2026 21:20 WIB

JAKARTA - Rencana pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia terus dimatangkan pemerintah untuk menyaingi dominasi pasar modal negara tetangga. Langkah strategis ini diharapkan mampu menarik investasi langsung secara masif hingga menyentuh angka ribuan triliun rupiah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan regulasi dan ekosistem infrastruktur pendukung saat ini sedang dipersiapkan secara serius.

"Financial center kita sedang siapkan legal dokumennya. Jadi, ekosistem infrastrukturnya sedang kita siapkan. Kita siapkan di Bali. Sementara di Bali bisa 2 atau 3 titik," ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Pemerintah optimis kehadiran International Financial Center mampu menyedot potensi modal yang jauh lebih besar ketimbang Rp2.200 triliun yang masuk saat ini. Angka tersebut ditargetkan melonjak tajam agar sejajar dengan pusat keuangan dunia lainnya.

Penentuan lokasi proyek raksasa ini mendapat perhatian khusus. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menepis kabar bahwa kawasan ekonomi tersebut akan dibangun di Ibu Kota Nusantara.

"Sampai sekarang saya belum tahu. (IKN?) Mungkin nggak, terlalu sepi di IKN," terangnya, Kamis (2/7/2026).

Faktor kenyamanan pemodal asing menjadi alasan utama pemerintah mempertimbangkan Bali ketimbang wilayah lainnya. Kondisi wilayah yang sudah mapan dinilai lebih siap menyambut arus masuk investor tingkat dunia.

"Ini kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali. Tapi mungkin ada beberapa titik juga. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," pungkas Purbaya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww