Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
22 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
56 menit yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Balai Kota

'Hati-hati Lho', Peringatan Tegas Prabowo Tanggapi Isu Massa Jalanan

Hati-hati Lho, Peringatan Tegas Prabowo Tanggapi Isu Massa Jalanan
Presiden Prabowo dalam pidatonya saat membuka Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) ke-17 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).(youtube: sekretariat presiden)
Rabu, 24 Juni 2026 13:32 WIB

JAKARTA - Peringatan keras dilayangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto kepada oknum-oknum yang dinilai sengaja memanipulasi opini publik lewat aksi unjuk rasa berbayar. Pemerintah mendeteksi adanya pergerakan pihak tertentu yang bertugas mengorganisir massa demonstran di lapangan.

Arahan ini digaungkan ketika kepala negara meresmikan agenda Pekan Nasional Petani dan Nelayan Andalan (PENAS KTNA) ke-17 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Dalam forum tersebut, presiden meminta praktik pengerahan massa bayaran segera dihentikan karena mencederai kemurnian penyampaian pendapat.

"Hati-hati, lho. Saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gua tahu itu," tegas Presiden RI, Prabowo Subianto.

Motif Transaksional di Balik Orasi

Gelombang demonstrasi yang digerakkan oleh elemen mahasiswa dan non-mahasiswa di Jakarta belakangan ini diwarnai isu miring terkait bayaran tunai. Presiden menyebut tarif pedemo berada di angka Rp 200 ribu per orang.

Meski tidak mempermasalahkan aksi turun ke jalan untuk menyikapi kondisi terkini bangsa, ia menyoroti minimnya pemahaman substansi dari para peserta aksi.

"Tapi enggak apa-apa, main demo. Ditanya, ditanya anak-anak demo, enggak ngerti. Mau demo apa ya? kami dibayar Rp 200.000, gitu, kan. Tapi ada. Saya enggak mengerti," ungkapnya.

Seret Nama Pimpinan BEM

Indikasi demonstrasi berbayar ini menemui titik terang pasca beredarnya video 'sidang' kampus yang viral di berbagai platform media sosial. Kasus ini membuka tabir dugaan aliran dana kepada aktivis kampus dengan rincian peristiwa sebagai berikut:

  • Penerimaan Dana: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK, Muhammad Abdimaludin mengaku menerima uang Rp 20 juta dari oknum polisi.
  • Klarifikasi Terbuka: Pengakuan ini terungkap dan terekam jelas saat dirinya disidang langsung oleh himpunan mahasiswa UBK.
  • Pertemuan Elit: Sebagai catatan tambahan, tokoh mahasiswa tersebut merupakan salah satu dari 15 mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka di tengah aksi demonstrasi, Senin (15/6/2026). ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Balai Kota
wwwwww