Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
10 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
7 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kampus

BEM Universitas Bung Karno Diguncang Isu Penerimaan Uang Jelang Demonstrasi

BEM Universitas Bung Karno Diguncang Isu Penerimaan Uang Jelang Demonstrasi
Rektor UBK Sri Mumpuni Ngesti Rahaju (tengah) didampingi Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda (kiri) memberikan keterangan ihwal dugaan suap demonstrasi BEM UBK di Kampus UBK, Jakarta, 23 Juni 2026. (foto: tempo/andi adam faturahman)
Selasa, 23 Juni 2026 18:34 WIB

JAKARTA - Rekaman video pengakuan penerimaan dana jelang demonstrasi Tata Ulang Indonesia memicu polemik. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno dipastikan menerima kucuran uang sebesar Rp20 juta sesaat sebelum turun ke jalan.

Pemberian dana tersebut bermaksud meredam pergerakan massa agar tidak mendatangi kawasan Istana Negara. Sang pemberi yang merupakan alumnus menitipkan uang tersebut melewati perantara aparat kepolisian.

"Pengakuan Ketua BEM FH UBK, saudara Abdi, mengakui menerima uang sebesar Rp 20 juta dari senior yang diserahkan melalui aparat kepolisian," ungkap Wakil Rektor III Universitas Bung Karno, Daniel Panda, Selasa (23/6/2026).

Hasil penelusuran internal kampus menunjukkan penerimaan terjadi pada dini hari menjelang unjuk rasa, Senin (15/6/2026). Mahasiswa diminta memindahkan target aksi ke depan Gedung DPR, MPR, dan DPD demi mengamankan situasi ibu kota.

Meskipun aliran dana tersebut masuk ke kantong mahasiswa, arah pergerakan massa tetap berpusat ke Istana Negara. Uang suap tersebut justru telah dinikmati untuk kepentingan pribadi dan didistribusikan ke sejumlah pengurus.

"Rp 2,5 juta ke dua alumnus, Rp 2 juta ke Wakil saya, 2 juta ke Mubarak, dan 2 juta ke BEM FE UBK," tambah Ketua BEM FH UBK, Muhammad Abdimaludin, dalam rekaman yang beredar.

Dalam aksinya, perwakilan mahasiswa mendapat kesempatan berdialog selama 60 menit bersama Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa menuntut perbaikan berbagai kebijakan nasional dan memberikan ultimatum keras.

"Pak Wapres mencatat poin-poin tuntutan kami, di antaranya evaluasi dan perbaikan segala bentuk yang janggal di negara hari ini seperti makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih," ucap Muhammad Abdimaludin usai mediasi di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Kampus, Parlemen
wwwwww