Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
21 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Investor Tahan Modal Tunggu Keputusan Morgan Stanley Capital International

Investor Tahan Modal Tunggu Keputusan Morgan Stanley Capital International
Ilustrasi (net)
Senin, 22 Juni 2026 21:56 WIB

JAKARTA - Perdagangan pasar modal dan uang ditutup dengan rapor merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk 0,98 persen ke level 6.116,69. Nasib serupa dialami nilai tukar rupiah yang melemah 0,22 persen menuju angka Rp 17.843 per dolar Amerika Serikat.

Statistik perdagangan Senin (22/6/2026) memperlihatkan mayoritas emiten tertekan. Angka menunjukkan 445 saham melemah, 221 saham menguat, dan 147 saham stagnan. Tercatat frekuensi transaksi mencapai 1,73 juta kali. Volume saham yang diperjualbelikan sebanyak 22,51 miliar lembar dengan total nilai Rp 13,48 triliun.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyebut investor memilih strategi aman. Mereka menantikan agenda Annual Market Classification Review dari Morgan Stanley Capital International pada Rabu (24/6/2026).

"Selain itu, beberapa isu mengenai UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menimbulkan ketidakpastian di pasar," urai Tim Riset Phintraco Sekuritas.

Pelemahan mata uang ini terbilang wajar karena sejalan dengan tren penurunan di kawasan Asia. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi menjelaskan prediksi Bank Indonesia (BI) memegang peranan krusial. Potensi inflasi dari penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubdisi serta fenomena El Nino membuat pasar merespons negatif.

Secara global, indeks dolar AS mendapatkan momentum penguatan. Hal ini dipicu oleh sikap Presiden AS Donald Trump yang mengancam Iran dengan aksi militer tambahan. Peringatan tersebut dilontarkan terkait aktivitas kelompok Hizbullah di Libanon.

Walau sempat memanas, situasi global mendapat sedikit angin segar.

"Namun, pembicaraan AS-Iran berakhir di Swiss, dengan Teheran mengatakan telah mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di pasar global," beber Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww