Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
11 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
8 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang

IWUF Kirim Empat Penatar Terbaik, Airlangga Bangga Empat Wasit/Juri Indonesia Pimpin Asian Games Nagoya 2026

IWUF Kirim Empat Penatar Terbaik, Airlangga Bangga Empat Wasit/Juri Indonesia Pimpin Asian Games Nagoya 2026
Airlangga Hartarto saat menyerahkan cendera mata kepada wasit/juri internasional terbaik yang ditugaskan IWUF memberikan penataran. (PB WI)
Rabu, 17 Juni 2026 23:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Belum genap seminggu dilantik dan dikukuhkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) masa bakti 2026 -2030 pimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto sudah langsung menggebrak dengan menyelenggarakan Penataran Wasit/Juri Wushu Indonesia Tingkat Nasional 2026 yang mulai 17 – 21 Juni 2026.

Bahkan Airlangga Hartarto di tengah kesibukannya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hadir langsung membuka penataran yang berlangsung di Hotel Aloft, Kebun Jeruk, Jakarta Barat itu.

Dalam sambutan pembukaannya, Airlangga mengemukakan, penataran ini sangat bergengsi karena menghadirkan empat penatar terbaik dari China yang yang ditunjuk langsung Federasi Wushu Internasional (IWUF).  Keempat penatar yang terdiri dari Liu Zhigang, Gao Chunian, Chen Guo An dan Liang Ya Dong  akan menatar 106 peserta dari 17 Pengurus Provinsi WI di seluruh Indonesia.

“Perhatian dari IWUF ini merupakan suatu kehormatan bagi wushu Indonesia. Ini perhatian besar dari IWUF terhadap perkembangan wushu Indonesia. Untuk itu IWUF memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk perwasitan dan penjurian sesuai dengan standar internasional,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, penataran ini mempunyai arti strategis tidak saja untuk meningkatkan kemampuan teknis para wasit dan juri namun juga memperkuat pemahanan terhadap regulasi pertandingan wushu.

“Penataran ini memiliki arti penting untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan objektivitas sumber daya wasit dan juri yang sangat dibutuhkan karena wushu semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

WartaPKU Foto bersama pengurus PB WI.
Foto bersama pengurus PB WI.

Sebagai wujud nyata lainnya dari kepercayaan internasional terhadap sumber daya wasit dan juri Indonesia, Airlangga juga mengemukakan ada empat wasit internasional taulo dan sanda Indonesia yang ditunjuk Federasi Wushu Asia (WFA) untuk menjalankan berbagai tugas sebagai International Technical Officer pada Asian Games 2026 di Jepang, September nanti.

Menjawab kepercayaan itu Airlangga menegaskan, PB WI akan mengirimkan empat wasit itu untuk mengikuti judges training yang diadakan di China mulai 4 Juli nanti.

“Penunjukan merupakan sebuah pengakuan internasional terhadap kemampuan wasit dan juri  Indonesia. Dan, ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas pembinaan sehingga semakin banyak wasit/juri Indonesia mendapat pengakuan internasional,” ucapnya.

WartaPKU Iwan Kwok.
Iwan Kwok.

Pengakuan Kualitas Wasit/Juri

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Iwan Kwok usai acara pembukaan mengemukakan, Federasi Wushu Asia (WFA)  mengakui kualitas wasit/juri wushu Indonesia dengan menunjuk empat wasit bertugas pada Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi, Nagoya, Jepang, 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang. 

Keempat wasit/juri tersebut yakni Iwan Kwok sebagai Wakil Dewan Juri, Novita sebagai Wakil Ketua Juri Sanda, Vania Rosalin Irmanto di kategori Taolu,dan Wardrod Wilson Sibarani untuk kategori Sanda.

"Penugasan ini bukan pengiriman dari Indonesia, tapi penunjukan khusus dari WFA. Jadi, kita juga bersyukur bahwa ada empat wasit/juri wushu Indonesia bertugas di Asian Games Nagoya 2026," ujar Iwan Kwok.

Menurut Iwan, dari sekitar 20 negara yang wasit/jurinya dilibatkan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan perwakilan terbanyak. Makanya, Airlangga Hartarto merasa bangga atas kepercayaan terhadap wasit/juri Indonesia yang berkelanjutan di level Asia.

Guna menjaga standardisasi dan melahirkan bibit pengadil baru, PB WI menggelar Penataran Wasit dan Juri tingkat nasional. Penataran ini diikuti 106 peserta dari 17 provinsi, yang terbagi menjadi 66 peserta kategori Taolu dan 40 peserta kategori Sanda. Iwan menegaskan bahwa standar pelatihan nasional ini sudah berkaliber internasional.

"Ini untuk level nasional, jadi dari segi kualitas kita setara dengan level internasional. Karena penatar internasional itu juga adalah penatar nasional yang sama kualitasnya. Makanya wasit/juri yang kita kirimkan selalu dianggap sangat berkualitas," jelas Iwan yang juga Ketua Panitia Pelaksana Penataran Wasit/Juri itu.

Dalam menjaring calon wasit, PB WI sangat memprioritaskan mereka yang memiliki latar belakang mantan atlet wushu. Hal ini karena tingginya tingkat kesulitan teknis dalam olahraga wushu, khususnya di kategori Taolu yang memiliki ratusan kode dan nama gerakan berbahasa Mandarin yang sangat sulit dipahami oleh orang awam.

"Sangat kita harapkan wasit/juri itu muncul dari atlet, karena atlet itu sudah sangat menguasai setiap gerakan. Kalau wasit itu tidak berkecimpung setiap hari di dalam wushu, dia tidak mungkin akan menghafal setiap gerakan. Jenjang itu yang kita harapkan karena atlet wushu itu bisa menjadi pelatih dan wasit/juri," urai Iwan. ***

wwwwww