Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
22 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
11 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
6
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Biaya Sewa Murah Jadi Celah Importir Timbun Barang di Area Pelabuhan

Biaya Sewa Murah Jadi Celah Importir Timbun Barang di Area Pelabuhan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Sabtu, 06 Juni 2026 23:59 WIB

JAKARTA - Peninjauan lapangan yang dilakukan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap adanya hambatan serius dalam rantai pasok industri, Sabtu (6/6/2026). Tercatat ada 3.100 kontainer teronggok di kawasan tersebut yang memicu naiknya dwelling time.

"Terjadi penumpukan kontainer sebanyak 3.100. Sebagian besar sudah mengeluh ada gangguan supplybarang bahan baku dan sudah menaikkan dwelling time," sebut Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Penyelidikan mendalam mengindikasikan tarif penitipan yang rendah di pelabuhan dimanfaatkan oleh sejumlah importir untuk tidak segera mengangkut barangnya keluar meski proses bea cukai telah usai.

Merespons kondisi itu, rencana penerapan sanksi administratif mulai disiapkan agar para pengusaha lebih tertib memindahkan kontainer mereka.

"Akibatnya pelabuhan penuh. Saya minta tadi Pak Djaka, Dirjen Bea Cukai, dan Pak Sekjen untuk melihat regulasinya dan membuat regulasi semacam punishment bagi yang terlalu lama meninggalkan barangnya di sini," tuturnya.

Target Kemenkeu saat ini adalah menekan jumlah barang kembali ke kapasitas ideal 500 unit dengan mengoptimalkan kecepatan layanan kepabeanan.

"Kalau masalahnya itu, saya minta tambah personel bea cukai lagi. Mereka harus kerja 24 jam sampai jumlahnya turun ke level semula, sekitar 500 yang ada di sini," terangnya.

Bantuan tenaga pegawai dari berbagai kantor di Surabaya, Medan, Semarang, hingga Banten menjadi opsi jika kekuatan di ibu kota belum memadai. Bagi Purbaya, tingginya arus barang mencerminkan tren positif roda perekonomian, namun manajemen penumpukan harus segera dibenahi.

"Ketika ekonomi domestik meningkat dan impor meningkat, jangan sampai di sini menjadi bottleneck. Kita ingin memastikan biaya logistik terkendali," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Warga Bertuah, Hukum
wwwwww