Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
19 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kampus

Menkeu Beberkan Investigasi Sepuluh Raksasa Eksportir CPO

Menkeu Beberkan Investigasi Sepuluh Raksasa Eksportir CPO
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Kamis, 28 Mei 2026 01:01 WIB
JAKARTA – Aparat penegak hukum tengah mengusut dua dari 10 perusahaan eksportir minyak kelapa sawit (CPO) yang diduga kuat melakukan manipulasi transfer pricing dan under-invoicing. Praktik curang ini memicu kerugian negara secara signifikan akibat rendahnya setoran pajak dari laba perusahaan yang sengaja ditekan, Rabu (27/5/2026).

Tindakan tegas aparat ini merupakan tindak lanjut dari temuan awal Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi proses hukum yang sedang berjalan terhadap entitas bisnis yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut.

"Itu dua betul," tegasnya di Kantor Kemenko Perekonomian.

Penyelidikan mendalam terhadap 10 eksportir raksasa ini tidak dilakukan sendirian oleh Kementerian Keuangan. Pihaknya berkolaborasi dengan lembaga audit dan penegak hukum untuk memastikan seluruh bukti terkumpul secara komprehensif.

"Kami yang menyelidiki awal melalui data-data, kemudian kami bekerja sama dengan BPKP dan Kejaksaan Agung. Ada lengkap kita data-data, 10 eksportir yang besar," urainya.

Inti dari permasalahan ini terletak pada skenario penjualan komoditas sumber daya alam ke anak usaha yang berada di Singapura. Dokumen transaksi direkayasa agar barang terlihat dibeli oleh trading company perantara, sementara fisik muatan tetap berada di jalur pelayaran menuju pembeli akhir.

"Jadi 10 perusahaan itu jual ke Singapura lewat trading company. Sebenarnya barangnya ke sana langsung karena kapalnya enggak berubah, tapi kertasnya berbeda," sambungnya mengakhiri penjelasan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Kampus
wwwwww