Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
9 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
8 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
7 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Keuangan

Menkeu Siap Intervensi Anggaran Kementerian: Pilih Potong Gaji daripada Boros Kas Negara

Menkeu Siap Intervensi Anggaran Kementerian: Pilih Potong Gaji daripada Boros Kas Negara
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Minggu, 22 Maret 2026 05:41 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan pernyataan menohok terkait rencana efisiensi besar-besaran di lingkungan pemerintahan. Ia secara terbuka mendukung wacana pemotongan gaji pejabat negara, termasuk menteri dan wakil menteri, dengan alasan penghasilan para elit tersebut saat ini sudah terlalu tinggi.

Dukungan ini muncul di tengah upaya kementeriannya melakukan penyisiran anggaran kementerian dan lembaga (K/L) yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi rakyat.

“Setuju, itu kan bagus. Gajinya sudah kegedean. Kalau itu (pemotongan gaji) bagus,” tegasnya, Jumat (20/3/2026).

Purbaya mengungkapkan kekesalannya terhadap perilaku sejumlah kementerian yang justru enggan melakukan penghematan secara mandiri. Alih-alih menyisir anggaran operasional, banyak instansi yang malah kedapatan mengajukan tambahan dana baru dalam jumlah besar saat diminta melakukan efisiensi.

“Mungkin, karena ada putusan efisiensi yang sudah kami rapatkan sebelumnya dengan Menko Perekonomian tentang efisiensi,” katanya.

Melihat keengganan instansi untuk berhemat, Kementerian Keuangan berencana mengambil langkah intervensi langsung. Ia mengisyaratkan akan menetapkan besaran potongan secara sepihak untuk dipatuhi oleh masing-masing kementerian yang membandel.

“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh tidak mau memotong, mereka menaikkan semua malah. Kalau bisa saya putuskan saya potong berapa, mereka yang sesuaikan. Nanti kami akan kasih tahu ke mereka,” ujarnya.

Fokus pemangkasan kali ini akan menyasar kegiatan yang dianggap hanya menghabiskan anggaran tanpa urgensi yang jelas. Purbaya menyoroti kebiasaan rapat-rapat yang tidak produktif serta kebijakan yang lambat memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Nanti kan tadinya kami minta mereka memotong anggaran-anggaran yang dianggap bisa ditunda untuk sementara. Macam-macam. Rapat tidak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, itu kan bisa dipilih,” tambahnya.

Langkah berani ini diharapkan mampu menutup celah pemborosan kas negara dan memastikan alokasi dana benar-benar tersalurkan untuk program prioritas yang menyentuh masyarakat luas.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Balai Kota, Keuangan
wwwwww