Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
Nusantara
20 jam yang lalu
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
2
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
3
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
Gelanggang
22 jam yang lalu
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
4
Wali Kota Pekanbaru Resmi Buka MTQ Tingkat Kecamatan Payung Sekaki di Masjid Istiqlal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Resmi Buka MTQ Tingkat Kecamatan Payung Sekaki di Masjid Istiqlal
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Bukan Milik Pengusaha, Presiden Sentil Bos Komoditas Agar Setop Prioritaskan Ekspor

Bukan Milik Pengusaha, Presiden Sentil Bos Komoditas Agar Setop Prioritaskan Ekspor
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sabtu, 14 Maret 2026 05:35 WIB

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendesak para pelaku industri batu bara dan kelapa sawit untuk tidak sekadar mengejar keuntungan dari pasar luar negeri. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri atas komoditas strategis tersebut wajib menjadi prioritas utama sebelum pengusaha mengantongi izin pengiriman ke luar negeri.

Penegasan terkait tata kelola hasil bumi ini disampaikan langsung kepada jajaran menteri saat berlangsungnya Sidang Paripurna Kabinet di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Saya tegaskan di sini, benar bahwa semua produksi batu bara diutamakan untuk kepentingan kebutuhan nasional kita itu, juga tentang semua termasuk kelapa sawit, jadi kita harus penuhi kebutuhan bangsa kita dulu, baru izinkan ekspor," tegas Prabowo.

Langkah ini sejalan dengan peringatan yang sebelumnya dilontarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Dalam pandangan pemerintah, dominasi segelintir korporasi dalam pengelolaan sumber daya alam sering kali membuat kepentingan rakyat terpinggirkan.

"Benar itu ada peringatan Menteri ESDM, itu semua milik bangsa Indonesia, bukan milik pengusaha," ujarnya.

Pemerintah pada dasarnya tetap membuka pintu bagi sektor swasta untuk menjalankan aktivitas bisnis dan mengeksploitasi sumber daya yang ada. Namun, hakikat kepemilikan atas seluruh kekayaan alam tersebut mutlak berada di tangan negara sebagai perpanjangan tangan rakyat.

"Mereka boleh usaha tapi kepemilikan adalah kepemilikan bangsa Indonesia semua kekayaan alam, yang ada itu adalah milik bangsa. Saya tegaskan itu," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Binawidya
wwwwww