Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
16 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
13 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
13 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kuliner

Ribuan Bangunan Sipil dan Fasilitas Medis Hancur Imbas Konflik Iran

Ribuan Bangunan Sipil dan Fasilitas Medis Hancur Imbas Konflik Iran
Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. (Foto: Antara/Anadolu/py)
Sabtu, 07 Maret 2026 04:38 WIB
JAKARTA – Rentetan serangan militer yang menyasar berbagai wilayah Iran membawa dampak kemanusiaan yang sangat berat bagi warga sipil. Kerugian terbesar dari eskalasi bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini tidak hanya berupa hancurnya infrastruktur, melainkan tingginya angka kematian di kalangan anak-anak.

Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyoroti realitas pahit di lapangan pascaserangan yang terus berlangsung sejak akhir Februari lalu. Tingginya persentase korban dari kelompok usia rentan menjadi perhatian utama di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.

"Sayangnya, hingga saat ini, hampir 30 persen dari korban tewas adalah anak-anak," ungkap Fatemeh seperti disiarkan oleh stasiun televisi SNN, Jumat (6/3/2026).

Jumlah fatalitas warga sipil terus bertambah seiring upaya pencarian dan pendataan. Berdasarkan catatan resmi Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, Kamis (5/3/2026), total korban jiwa yang jatuh akibat gempuran tersebut telah menyentuh angka 1.230 orang.

Kehancuran ruang hidup masyarakat juga terjadi secara masif. Sebanyak 3.090 bangunan tempat tinggal dilaporkan rusak parah, memaksa ribuan keluarga kehilangan tempat bernaung. Sektor ekonomi lokal turut lumpuh setelah 528 toko hancur terdampak ledakan.

Sistem layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan warga di masa krisis ikut menjadi sasaran. Tercatat 13 fasilitas medis mengalami kerusakan, di mana sembilan lokasi di antaranya merupakan pos pelayanan milik organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran.

Konflik ini memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer ke sejumlah target di Iran, termasuk kawasan ibu kota Teheran, Jumat (28/2/2026). Serangan mematikan tersebut langsung memicu aksi balasan. Iran mengerahkan kekuatan militernya untuk menyerang balik sejumlah wilayah di Israel serta beberapa pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww