Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
21 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Hiburan

Manfaatkan Momen Ramadan, Dinar Candy Gelar Lomba Hafalan Quran di TikTok

Manfaatkan Momen Ramadan, Dinar Candy Gelar Lomba Hafalan Quran di TikTok
Dinar Candy. (Instagram)
Selasa, 03 Maret 2026 23:05 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Ramadan tahun ini menjadi momen pergeseran citra bagi Dinar Candy. Figur yang identik dengan dunia hiburan malam itu memilih menepi dari panggung DJ dan memindahkan aktivitasnya ke ruang digital bernuansa religius.

Alih-alih tampil di klub atau festival musik, Dinar Candy memanfaatkan TikTok untuk menggelar lomba hafalan Al-Qur’an. Langkah ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan bagian dari upaya membentuk atmosfer media sosial yang lebih kondusif selama bulan puasa.

“Daripada live terus isinya saling komentar negatif, lebih baik bikin sesuatu yang ada manfaatnya,” ujar Dinar Candy kepada awak media di Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Keputusan menghentikan seluruh job DJ selama Ramadan menunjukkan upaya reposisi diri. Di tengah sorotan publik terhadap gaya hidup selebritas, Dinar Candy memilih menghadirkan konten yang lebih selaras dengan nuansa spiritual.

Menariknya, respons publik justru meluas. Peserta lomba tak hanya berasal dari pengikut biasa, tetapi juga qori, imam masjid, hingga marbot dari berbagai daerah.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana figur hiburan dapat menjadi simpul pertemuan komunitas religius di platform digital.

Awalnya lomba digagas secara sederhana. Namun melihat keseriusan peserta, Dinar menaikkan hadiah utama menjadi dua tiket umrah. Ia juga menargetkan pemberian THR kepada ratusan peserta lain sebagai bentuk apresiasi.

Langkah tersebut mencerminkan bagaimana media sosial tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga sarana distribusi insentif sosial berbasis komunitas.

Di tengah perdebatan soal konten sensasional di dunia maya, inisiatif ini menghadirkan narasi berbeda: panggung hiburan bisa berubah menjadi ruang syiar, setidaknya selama satu bulan penuh. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww