Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
11 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
8 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Hancurnya Sungai Batang Gadis Akibat Tambang Ilegal Tapsel

Hancurnya Sungai Batang Gadis Akibat Tambang Ilegal Tapsel
Dua alat berat eskavator di area tambang emas ilegal perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal, Senin (2/3/2026).
Selasa, 03 Maret 2026 08:51 WIB

MEDAN - Kawasan hulu Sungai Batang Gadis di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal porak-poranda akibat aktivitas eksploitasi alam tanpa izin. Menghentikan laju kerusakan ekosistem tersebut, aparat gabungan menyita 14 unit ekskavator sekaligus mengamankan tujuh orang pekerja tambang emas ilegal, Senin (2/3/2026).

Operasi pemberantasan kejahatan lingkungan skala besar ini memperlihatkan betapa parahnya wajah alam yang dikoyak demi butiran emas. Lokasi penambangan sengaja disembunyikan di pedalaman hutan yang sangat sulit dijangkau oleh masyarakat umum.

Perjalanan darat memakan waktu hingga tujuh jam pulang pergi melintasi bukit dan jalanan hancur menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki membelah hutan sejauh tiga kilometer.

Sesampainya di titik pengerukan, tatanan sungai terlihat hancur lebur. Area pinggiran perairan telah dikeruk habis oleh alat berat, menyisakan gundukan batu, pasir, dan tanah liat yang berserakan. Di sekitarnya, berdiri tenda-tenda pekerja yang berdampingan langsung dengan mesin pemisah bijih emas.

Dari total belasan alat berat yang disita, 12 di antaranya tertangkap basah tengah beroperasi merusak sungai, sementara dua unit lainnya dicegat petugas saat sedang menuju lokasi. Tujuh orang yang berada di barak, mulai dari penambang hingga juru masak, langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Rantau Isnur Eka menyebutkan operasi gabungan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan tertinggi untuk memutus rantai mafia perusak lingkungan di pelosok daerah.

"Sesuai perintah Kapolri, melalui Kapolda Sumut, dan Dankor Brimob, kami bergabung bersama Ditreskrimsus melaksanakan penindakan tambang emas liar di perbatasan antara Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal," tegasnya.

Saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan berbagai barang bukti pendukung lainnya dari lokasi kejadian, seperti mesin dan pompa air. Status hukum para pekerja yang tertangkap masih terus didalami guna melacak siapa pemodal besar yang mendalangi operasi perusak alam raksasa ini.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww