Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
14 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
10 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
10 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Home  /  Berita  /  Kuliner

Ancaman Krisis Energi Menghantui Saat Teheran Blokir Urat Nadi Perdagangan Internasional

Ancaman Krisis Energi Menghantui Saat Teheran Blokir Urat Nadi Perdagangan Internasional
Ketegangan Iran-Israel di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 7 persen. (Foto: Getty Images)
Selasa, 03 Maret 2026 06:53 WIB

JAKARTA – Stabilitas ekonomi global kembali terguncang akibat eskalasi militer di Timur Tengah. Harga minyak dunia terpantau melonjak tajam menyusul hantaman terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz yang merupakan urat nadi distribusi energi internasional.

Insiden ini merupakan respons keras dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (28/2/2026). Saling serang lewat jalur udara ini bahkan dilaporkan mulai merembet ke kawasan Dubai, Doha, Bahrain, hingga Kuwait.

Laporan Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyebutkan dua kapal terkena tembakan langsung, sementara satu armada lainnya melaporkan ledakan proyektil dalam jarak yang sangat dekat. Pasukan IRGC secara terbuka mengklaim telah menyerang kapal milik Inggris dan Amerika Serikat tersebut hingga terbakar.

Pemerintah Iran langsung mengeluarkan peringatan tegas bagi seluruh kapal laut untuk menghindari kawasan itu. Mengingat jalur ini melayani 20 persen pasokan minyak dan gas dunia, aktivitas pengiriman seketika lumpuh.

Gejolak ini langsung memukul pasar Asia. Perdagangan Senin (2/3/2026) mencatat harga minyak mentah Brent melesat lebih dari tujuh persen menyentuh level US$78,25 per barel. Minyak mentah AS (*WTI*) juga terkerek naik 7,3 persen bertengger di angka US$71,93.

"Pasar saat ini memang belum panik, namun mereka terus mengamati apakah lalu lintas di Selat Hormuz bisa kembali normal dalam waktu dekat," ungkap Kepala Riset Energi MST Research, Saul Kavonic.

Ia menyoroti kekhawatiran sejumlah analis yang memprediksi harga berpotensi menembus US$100 per barel jika konflik terus berlarut.

Merespons lonjakan harga tersebut, kelompok negara penghasil minyak (OPEC+) termasuk Arab Saudi dan Rusia sepakat menambah produksi harian sebesar 206.000 barel. Namun, langkah ini diragukan efektivitasnya selama jalur perairan masih terganggu.

"Besarnya kenaikan harga sangat bergantung pada seberapa lama konflik ini berlangsung," jelas Presiden Automobile Association, Edmund King.

Situasi keamanan yang memburuk membuat ratusan kapal kargo terjebak. Platform pelacak Kpler mencatat 150 kapal tanker kini memilih berlabuh di luar selat guna menghindari risiko tinggi serta lonjakan biaya asuransi.

Perusahaan pelayaran raksasa asal Denmark, Maersk, bahkan mengambil langkah ekstrem dengan menghentikan seluruh operasional di Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez. Armada mereka kini dialihkan memutar lebih jauh melewati Tanjung Harapan di ujung benua Afrika.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww