Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Ini Penjelasan Pena Jadikan Hokky Caraka Kiper Dadakan

Ini Penjelasan Pena Jadikan Hokky Caraka Kiper Dadakan
Pemain Persita Tangerang, Hokky Caraka. (Ileague.id)
Selasa, 24 Februari 2026 14:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Persita membawa kisah pelik di pekan ke-22 Super League 2025/2026 dalam lawatannya ke Bandung. Tim asuhan Carlos Pena dibekuk juara bertahan Persib Bandung dengan skor 0-1 lewat gol Andrew Jung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/2/2026) lalu.

Persita memberikan perlawanan kepada Persib dengan karakter luar biasa. Tak kenal lelah, tanpa rasa takut bermain di hadapan pendukung tuan rumah Bobotoh. Bahkan sampai penyerang Hokky Caraka perlu menjadi kiper dadakan atas situasi mendesak.

Semua berawal dari keinginan penjaga gawang Igor Rodrigues yang berani maju ke depan membantu penyerangan Persita demi mencari gol penyama. Kurang beruntung bagi sang kiper saat ia maju, serangan balik dilancarkan Persib, Igor harus melanggar Beckham putra dan berbuah kartu merah.

Hokky Caraka dikorbankan menjadi kiper dadakan karena Pena tak bisa mengganti pemainnya lagi. Pelatih asal Spanyol ini ungkap mengapa ia menjadikan Hokky Caraka sebagai kiper dadakan.

“Alasannya karena Hokky sempat merasa kram dan tidak bisa banyak berlari. Dia menyelesaikan pertandingan dengan rasa kram, jadi kami menempatkannya sebagai penjaga gawang,” ungkap Pena.

Pelatih 42 tahun itu menyayangkan timnya tak bisa membawa pulang poin dari Bandung, walau sebetulnya ia merasa Persita pantas mendapatkannya. Tak banyak tim yang datang ke Bandung dengan karakter yang diperlihatkan Pendekar Cisadane.

“Sayangnya kami tidak bisa bawa pulang poin dari sini, setidaknya satu poin, menurut saya para pemain dan tim saya pantas mendapatkannya. Kami datang ke sini bermain dengan kepribadian dan karakter,” sesal Pena. ***

wwwwww