Kisah Pendidikan Pascabencana Aceh-Sumatera, Ribuan Siswa Menumpang dan Lesehan
![]() |
| Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. |
JAKARTA – Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah pulih 100 persen. Kendati demikian, kondisi di lapangan diakui belum sepenuhnya normal karena ribuan siswa harus bersekolah di tenda darurat hingga menumpang di gedung lain.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan fakta tersebut saat rapat koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR di Gedung Nusantara IV, Senayan, Rabu (18/2/2026).
"Kami sampaikan secara umum yang sudah belajar di sekolah asal 3.001 di Aceh kemudian 626 di Sumbar, dan 1.104 di Sumut," jelasnya.
Meski mayoritas sudah kembali ke gedung asal, data Kemendikdasmen mencatat masih ada puluhan sekolah yang beroperasi dalam kondisi darurat. Sebanyak 52 sekolah di Aceh, 21 di Sumatera Barat, dan 26 di Sumatera Utara masih menggunakan tenda atau kelas darurat karena ruang kelas asli rusak berat atau sedang dalam pembersihan.
Abdul Mu’ti tidak menampik bahwa situasi pembelajaran saat ini masih jauh dari kata ideal. Sejumlah sekolah terpaksa memberlakukan sistem gilir pagi dan siang (shifting). Bahkan, karena meja dan kursi belum tersedia lengkap, sebagian siswa harus belajar dengan duduk di lantai.
"Belajar di tenda atau kelas darurat tersisa 99, sebagian sudah kembali ke sekolah asal, karena proses pembersihan sudah selesai sisanya merupakan sekolah yang kondisinya ruang kelasnya sudah tidak bisa digunakan," urainya.
Tercatat pula ada 22 sekolah yang masih menumpang di lokasi lain, terdiri dari 20 sekolah di Aceh dan 2 di Sumatera Barat. Umumnya, ini terjadi pada sekolah yang bangunannya hanyut terbawa arus atau harus direlokasi ke tempat aman.
Sebagai upaya pemulihan, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan logistik. Sebanyak 31.000 paket school kit dikirim pada 10 Februari, disusul 33.000 paket pada 16 Februari. Bantuan lain meliputi 168 unit tenda, 160 ruang kelas darurat, serta 197.670 buku pelajaran.
Pemerintah juga mencairkan tunjangan khusus bagi guru terdampak dan dana operasional pendidikan darurat.
"Revitalisasi sekolah terdampak 10 Februari 2026 sejumlah 624 sekolah dan 16 Februari 746 sekolah," pungkasnya.***










