Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
7 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Bukti CCTV Jadi Kunci: Menguak Skenario Sadis Pembuangan Jasad Eks Sekjen Pordasi di Bantul

Bukti CCTV Jadi Kunci: Menguak Skenario Sadis Pembuangan Jasad Eks Sekjen Pordasi di Bantul
Mantan Sekretaris Jenderal Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta Herlan Matrusdi (68) dianiaya selama sepekan sebelum ditemukan tak bernyawa di area Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul, DIY
Senin, 02 Februari 2026 09:20 WIB

BANTUL – Tabir gelap di balik penemuan jasad mantan Sekretaris Jenderal Pordasi DKI Jakarta, Herlan Matrusdi (68), akhirnya tersingkap. Bukan sekadar pembunuhan biasa, investigasi Polres Bantul mengungkap sebuah "pekan neraka" yang dialami korban sebelum akhirnya dibuang dalam kondisi sekarat di area Gumuk Pasir, Parangtritis.

Dua tersangka, RM (41) dan FM (61), kini mendekam di sel tahanan. Motif utamanya adalah dendam membara akibat kegagalan bisnis travel dan umrah senilai Rp1,2 miliar. Herlan, yang selama enam bulan terakhir tinggal bersama tersangka, diduga tidak mampu memenuhi kesepakatan bisnis yang dijanjikan, hingga memicu kemarahan membabi buta dari para pelaku.

Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, memaparkan betapa brutalnya penganiayaan yang dilakukan secara bertahap sejak 16 Januari 2026. Korban yang sudah lanjut usia itu dihajar menggunakan tangan kosong dan ditendang berulang kali di bagian kepala serta dada.

"Puncaknya, pada 27 Januari, rekaman CCTV sebuah homestay di Sleman menunjukkan detik-detik mengerikan saat para pelaku menggotong tubuh korban yang sudah tak berdaya ke dalam bagasi mobil Avanza," ungkap Bayu, Minggu (1/2/2026).

Eksekusi di Bagasi Mobil

Berdasarkan bukti digital dan pengakuan tersangka, Herlan dimasukkan ke dalam bagasi mobil rental dalam kondisi masih bernapas namun sangat kritis. Sekitar pukul 18.45 WIB, tepat setelah waktu Magrib, para pelaku membuang tubuh sekarat korban di lokasi sepi Gumuk Pasir untuk menghilangkan jejak.

Kekejaman ini diperkuat oleh hasil visum sementara. Tubuh tokoh berkuda itu dipenuhi luka: dari patah tulang iga secara berurutan hingga memar pada serambi jantung akibat hantaman benda tumpul. Penderitaan korban berakhir saat seorang pencari rumput menemukan jasadnya yang sudah kaku keesokan harinya.

"Sinergi antara bukti lapangan dan rekaman kamera pengawas membuat para pelaku tidak bisa mengelak. Mereka kini dijerat pasal pengeroyokan dan penganiayaan berat dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," tambah AKBP Bayu.

Kasus ini menjadi sorotan publik di Yogyakarta, mengingat profil korban yang merupakan tokoh organisasi olahraga bergengsi dan cara pelaku memperlakukannya secara tidak manusiawi di akhir hayatnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww