Drama Pelarian Ganden Si Raja Curanmor, Lolos dari Rumah Sakit dengan Kaki Tertembak
![]() |
PRINGSEWU – Aparat gabungan melakukan perburuan besar-besaran terhadap Suradi alias Ganden, gembong spesialis pencurian kendaraan bermotor yang nekat melarikan diri saat hendak menjalani operasi medis. Tersangka yang dikenal licin ini kabur dari salah satu rumah sakit di Kabupaten Pringsewu meski dalam kondisi kaki kanan terluka akibat timah panas petugas.
Kasatreskrim Polres Pringsewu, Iptu Rojali Y mengungkapkan bahwa seluruh personel Tim Khusus Anti Bandit (TEKAB 308) telah disebar ke berbagai titik untuk mempersempit ruang gerak tersangka. Polisi meyakini Ganden masih bersembunyi di wilayah Lampung.
"Seluruh anggota masih di lapangan melakukan pengejaran. Beberapa titik sudah kami sisir dan seluruhnya masih di wilayah Kabupaten Pringsewu," ujar Rojali, Jumat (30/1/2026).
Ganden bukan kriminal biasa. Ia merupakan pimpinan sindikat yang telah beraksi selama 3,5 tahun dan dikenal kerap membawa senjata api rakitan serta mengonsumsi sabu sebelum beraksi. Polisi sebelumnya melumpuhkan Ganden di sebuah kos-kosan di Desa Podorejo pada Kamis (22/1/2026) karena mencoba melawan menggunakan revolver saat akan diringkus.
"Karena Suradi merupakan gembong sindikat lama di Pringsewu, kekuatan perburuan sudah ditambah dengan personel dari Polda Lampung," jelasnya.
Pelarian Ganden terjadi secara dramatis pada Senin (26/1/2026). Saat akan menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang menyebabkan infeksi, ia memanfaatkan akses jalur paramedis untuk keluar dari ruang steril. Rekaman CCTV menunjukkan tersangka pergi seorang diri dengan kondisi terpincang-pincang dan berhasil lolos dari kepungan warga di sekitar rumah sakit.
Dalam pengungkapan jaringan ini, petugas sebenarnya telah mengamankan orang kepercayaan Ganden berinisial J, serta kekasih tersangka berinisial DA yang berperan sebagai penjual motor hasil curian. Dari tangan komplotan ini, polisi menyita satu pucuk senjata api rakitan, amunisi, serta paket sabu.
Rojali mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada dan tidak melakukan kontak langsung jika melihat tersangka karena rekam jejaknya yang berbahaya. Warga diminta segera melapor melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat.
"Tersangka memiliki riwayat kriminal panjang, pengguna narkoba, dan membawa senjata api," tegas Rojali.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Cendekia, Warga Bertuah |







