Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
24 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
24 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
3 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Hiburan

Bruce Springsteen Rilis Lagu Protes Anti-ICE, Soroti Kematian Warga di Minneapolis

Bruce Springsteen Rilis Lagu Protes Anti-ICE, Soroti Kematian Warga di Minneapolis
Bruce Springsteen. (Instagram)
Kamis, 29 Januari 2026 19:50 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Musisi legendaris Amerika Serikat, Bruce Springsteen, merilis lagu baru berjudul Streets of Minneapolis sebagai bentuk protes terhadap operasi Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE). Lagu tersebut dirilis pada Rabu 28 Januari 2026 dan terinspirasi dari tewasnya dua warga, Renee Good dan Alex Pretti, dalam insiden terpisah yang melibatkan aparat ICE di Minneapolis sepanjang Januari ini.

Dalam pernyataan resminya, Bruce Springsteen mengatakan lagu itu ditulis pada Sabtu 24 Januari, direkam sehari setelahnya, dan langsung dirilis sebagai respons atas apa yang ia sebut sebagai “teror negara” di kota Minneapolis. Lagu tersebut ia dedikasikan untuk warga Minneapolis, komunitas imigran, serta untuk mengenang Alex Pretti dan Renee Good.

Lewat liriknya, Streets of Minneapolis menggambarkan situasi mencekam di kota tersebut, termasuk kritik keras terhadap ICE yang disebut sebagai “tentara pribadi Presiden Donald Trump” di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Bruce Springsteen secara langsung menyebut nama kedua korban dalam lagunya, menegaskan pesan kemanusiaan dan kritik terhadap kekerasan yang terjadi. Ia juga kembali menunjukkan sikap kerasnya terhadap Presiden Trump dan kebijakan ICE.

Dalam sebuah penampilan panggung di New Jersey baru-baru ini, Bruce Springsteen secara terbuka menyerukan agar ICE angkat kaki dari Minneapolis. Ia menilai kehadiran aparat federal bersenjata lengkap di kota tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai demokrasi dan hak warga negara.

Sikap kritis Bruce Springsteen terhadap pemerintahan Donald Trump bukanlah hal baru. Dalam konsernya di Manchester tahun lalu, pelantun Born in the U.S.A. itu juga menyebut pemerintahan Trump sebagai korup, tidak kompeten, dan mengkhianati nilai-nilai demokrasi Amerika Serikat. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww