Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
17 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
14 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Hiburan

Julia Roberts Sebut Remake Pretty Woman Sudah Tak Mungkin Digarap

Julia Roberts Sebut Remake Pretty Woman Sudah Tak Mungkin Digarap
Aktris peraih Oscar Julia Roberts. (Instagram)
Kamis, 08 Januari 2026 23:35 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA - Aktris peraih Oscar Julia Roberts menilai gagasan membuat ulang film Pretty Woman sebagai sesuatu yang nyaris mustahil. Menurutnya, perubahan zaman dan pergeseran nilai budaya membuat cerita film romantis klasik tersebut sulit diterima jika diproduksi ulang saat ini.

Dalam wawancara dengan Deadline, Julia Roberts mengungkapkan bahwa dirinya telah banyak berubah sejak Pretty Woman dirilis pada 1990. Ia merasa tidak lagi mampu menghadirkan nuansa ringan dan kepolosan yang dulu melekat pada karakter Vivian Ward.

“Saya sudah terlalu banyak membawa pengalaman hidup. Rasanya tidak mungkin lagi ‘melayang’ dalam film seperti itu,” ujar Julia Roberts.

Aktris berusia 58 tahun itu menjelaskan bahwa pengalaman dan pelajaran hidup yang terakumulasi membuatnya sulit kembali memerankan karakter dengan kepolosan tertentu, meski karakter tersebut digambarkan sebagai seorang pekerja seks.

“Bukan dalam arti negatif, tapi semua hal yang kita pelajari sepanjang hidup itu melekat. Sulit untuk kembali memainkan sosok yang benar-benar polos,” katanya.

Julia Roberts juga menyoroti konteks cerita Pretty Woman, yang mengisahkan seorang perempuan dari latar belakang miskin yang kehidupannya berubah setelah bertemu pria kaya. Ia mengakui bahwa sudut pandang tersebut kemungkinan besar akan dipertanyakan oleh penonton masa kini.

Menurutnya, perubahan budaya dari waktu ke waktu memang membuat banyak karya lama terlihat problematis jika ditinjau ulang. Ia membandingkannya dengan film-film era awal Hollywood yang kini kerap dikritik karena nilai-nilai yang tak lagi relevan.

Sebagai contoh, Julia menyebut Gone With the Wind (1939), film klasik yang hingga kini menuai kritik karena penggambaran perbudakan dan stereotip rasial.

Pretty Woman sendiri menjadi salah satu film paling ikonik dalam karier Julia Roberts dan mempertemukannya dengan Richard Gere. Film tersebut sukses besar secara komersial dan budaya, namun menurut Julia, lebih tepat dikenang sebagai produk zamannya. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww