Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
12 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
5 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Amarah Ibu-Ibu Meledak di Madina, Rumah Terduga Bandar Narkoba Dibakar

Amarah Ibu-Ibu Meledak di Madina, Rumah Terduga Bandar Narkoba Dibakar
Ilustrasi narkoba.
Jum'at, 19 Desember 2025 19:44 WIB

JAKARTA – Kesabaran ratusan ibu rumah tangga di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara, akhirnya habis. Kamis (17/12/2025), mereka meluapkan kemarahan dengan membakar sejumlah rumah yang diduga kuat milik bandar narkoba di desa mereka.

Aksi ini bukan terjadi tiba-tiba. Bertahun-tahun keresahan menumpuk, melihat anak-anak muda terjerumus narkoba, sementara peredaran barang haram itu dinilai terus berjalan tanpa hambatan berarti. Usai pengajian dan doa bersama, emosi warga pecah.

Tanpa komando, massa yang didominasi kaum ibu bergerak menuju beberapa rumah yang selama ini dicurigai menjadi pusat transaksi narkoba. Bangunan dilempari batu, lalu api menyala dan membakar rumah-rumah tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Desa Tabuyung, Iskandar Muda Tanjung, mengatakan aksi tersebut merupakan reaksi spontan warga yang sudah terlalu lama menahan kekecewaan.

"Setelah pengajian dan doa bersama, ibu-ibu langsung bergerak ke rumah yang diduga bandar narkoba. Mereka merusak bangunan hingga melakukan pembakaran," ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Iskandar menyebut pihak desa sebenarnya telah berupaya mencegah warga bertindak sendiri. Namun derasnya peredaran narkoba membuat warga merasa tak lagi punya pilihan.

"Warga sudah sering mengeluh. Mereka melihat langsung dampaknya ke generasi muda. Narkoba tetap ada, seolah tidak tersentuh," katanya.

Aksi ini juga menjadi cermin kekecewaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Warga menilai respons kepolisian lambat dan tidak memberi efek jera bagi para pelaku.

Kasi Humas Polres Mandailing Natal, Ipda Fahrul Syahban Simanjuntak, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan personel kepolisian datang setelah aksi warga terjadi.

"Masyarakat melakukan penggerebekan di rumah-rumah yang dijadikan tempat peredaran narkoba. Personel Satresnarkoba turun ke lokasi setelah kejadian," ungkapnya.

Hingga kini, situasi di Desa Tabuyung masih dalam pemantauan aparat. Aksi para ibu ini menjadi pesan keras bahwa masyarakat tidak ingin lagi melihat narkoba merusak masa depan anak-anak mereka, dan berharap penindakan yang lebih tegas segera dilakukan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww