Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
16 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
15 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Layanan Polisi Disorot DPR, Wakapolri: Masyarakat Lebih Percaya Damkar untuk Respons Kilat

Layanan Polisi Disorot DPR, Wakapolri: Masyarakat Lebih Percaya Damkar untuk Respons Kilat
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Mahkamah Agung (MA) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025). (foto: inilah.com/reyhaanah asya)
Rabu, 19 November 2025 08:29 WIB

JAKARTA – Pengakuan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (18/11/2025), membuka kembali catatan panjang perbaikan layanan publik Polri. Ia menegaskan, kemampuan respons cepat kepolisian masih jauh dari harapan masyarakat.

“Di bidang SPKT dalam laporan masyarakat lambatnya quick response time, quick response time standar PBB itu di bawah 10 menit, kami masih di atas 10 menit, ini juga harus kami perbaiki,” tuturnya.

Dedi mengungkap fakta bahwa masyarakat kini lebih memilih menghubungi pemadam kebakaran untuk melaporkan berbagai situasi darurat karena respons Damkar dinilai lebih cepat. Kondisi ini, katanya, menjadi alasan Polri menempatkan pembenahan call center 110 sebagai prioritas.

“Saat ini masyarakat lebih mudah melaporkan segala sesuatu ke Damkar. Karena Damkar quick responsnya cepat dan dengan perubahan optimalisasi 110 harapan kami setiap pengaduan masyarakat bisa direspons di bawah 10 menit,” ujarnya.

Selain kecepatan layanan, Dedi menyoroti keluhan publik mengenai perilaku aparat, mulai dari gaya hidup mewah hingga arogansi di lapangan. Ia menegaskan bahwa pedoman perilaku telah disusun untuk mendorong perubahan di tubuh Polri.

“Kita sudah membuat buku do and don’t yang menjadi pedoman bagi anggota Polri. Kemudian peningkatan pengawasan internal, ini yang dikeluhkan masyarakat. Kenapa terjadi arogansi? Kenapa terjadi perilaku-perilaku menyimpang abuse of power? Pengawasan kita kurang kuat,” jelasnya.

Dedi menambahkan, wajah kepolisian sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan di tingkat Polsek, Polres, dan Polda. Menurutnya, sebagian besar persoalan terjadi di lapis pelayanan terdepan tersebut.

“Apabila pelayanan publik kami baik karena 62 persen permasalahan kami ada di tingkat Polsek, Polres, dan Polda, kalau ini bisa kita selesaikan maka 62 persen permasalahan polisi bisa kami selesaikan,” katanya.

Pernyataan terbuka Wakapolri itu memperlihatkan adanya kesadaran internal bahwa reformasi layanan Polri bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut disiplin, integritas, dan pengawasan yang lebih kuat di semua lini. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Cendekia, Balai Kota, Parlemen
wwwwww