Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
23 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
9 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
3
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
9 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
4
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
5
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Balai Kota

BGN Kritik Penguasaan 41 SPPG oleh Yasika Aulia, Sebut Aturan Jelas Dilanggar

BGN Kritik Penguasaan 41 SPPG oleh Yasika Aulia, Sebut Aturan Jelas Dilanggar
Wakil Ketua BGN, Nanik S Deyang.
Selasa, 18 November 2025 08:51 WIB

JAKARTA – Penguasaan 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Yasika Aulia Ramadhani, putri Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud, memantik perhatian publik. Yasika yang menjadi Pembina Yayasan Yasika Group disebut mengelola jaringan SPPG terbesar di provinsi tersebut.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, menyatakan bahwa jumlah tersebut tidak sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
“Aturannya satu yayasan bolehnya 10 SPPG dalam satu provinsi,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia menegaskan bahwa pengelolaan yang terkonsentrasi pada satu yayasan berpotensi menimbulkan monopoli layanan.
“Saya tidak setuju monopoli,” tekan Nanik.

Isu ini semakin ramai diperbincangkan setelah Yasika Group meresmikan 10 dapur baru di Kabupaten Bone pada Jumat (14/11/2025). Acara tersebut berlangsung di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, dan dihadiri berbagai pihak.

Dalam sambutannya, Yasika menyampaikan bahwa yayasannya kini telah mengoperasikan 41 dapur SPPG. Sebaran dapur meliputi 16 unit di Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, serta 10 dapur baru di Bone. Selain itu, tiga dapur tambahan sedang diselesaikan di Tanete Riattang, Dua Boccoe, dan Kajuara.

Sorotan dari BGN menandai perlunya evaluasi atas tata kelola SPPG di Sulsel, terutama terkait pemerataan akses dan kepatuhan terhadap regulasi yang membatasi pengelolaan oleh satu yayasan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Balai Kota, Parlemen
wwwwww