Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
19 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
8 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Kontingen Indonesia Pakaian Adat Borneo di Pembukaan ISG Riyadah 2025

Kontingen Indonesia Pakaian Adat Borneo di Pembukaan ISG Riyadah 2025
Kontingen Indonesia gunakan pakaian adat dayak Borneo. (NOC Indonesia)
Sabtu, 08 November 2025 17:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution
RIYADH – Defile Kontingen Indonesia tampil memukau dalam upacara pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) 2025 yang digelar megah di Al-Janadriyah, Riyadh, Arab Saudi. Dalam parade peserta, kontingen Merah Putih menampilkan pakaian adat khas Kalimantan (Borneo) sebagai simbol kejayaan, kehormatan, dan kekayaan budaya bangsa.

Kontingen Indonesia yang dipimpin langsung oleh Chef de Mission (CdM) Endri Erawan terdiri atas 11 personel yang terdiri dari atlet, pelatih, official dan tim headquarter. Atlet renang Flairene Candrea Wonomiharjo dipercaya menjadi pembawa bendera Merah Putih, berdampingan dengan pelatih Albert Christiandi Susanto yang keduanya mengenakan busana adat Dayak dari Kalimantan.

Busana Dayak yang mereka kenakan bukan sekadar pakaian tradisional, melainkan representasi nilai-nilai luhur Nusantara. Motif khas Dayak melambangkan keberanian, ketangguhan, semangat juang dan nilai-nilai yang juga menjadi karakter utama para atlet Indonesia di setiap pertandingan.

Warna-warna cerah seperti merah, kuning, dan emas melambangkan kekuatan, kejayaan, dan kebanggaan nasional, sekaligus menegaskan identitas Indonesia yang berani dan berwibawa di kancah internasional.

Bagi Flairene, momen ini menjadi yang kedua kalinya ia dipercaya membawa bendera Merah Putih di opening cermony multievent olahraga internasional, setelah SEA Games Kamboja 2023.

“Menjadi pembawa bendera selalu menjadi kehormatan luar biasa. Kali ini, mengenakan pakaian adat Borneo menambah rasa bangga saya sebagai atlet Indonesia. Semoga penampilan ini bisa menjadi simbol semangat solidaritas dan kebersamaan di antara negara-negara Islam,” ujar Flairene.

Sementara itu, CdM Endri Erawan tampil mengenakan pakaian adat Kutai Kartanegara asal Kalimantan Timur. Sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara, busana adat Kutai Kartanegara menggambarkan kejayaan dan martabat bangsa yang berakar pada nilai-nilai luhur.

Dominasi warna emas dan hitam melambangkan kemegahan dan wibawa, sementara ornamen khas Dayak dan Melayu Kutai menjadi simbol keteguhan dan kekuatan hati.

“Keluarga besar saya asli Kutai Kartanegara dan sangat bangga mengenakan pakaian adat ini di hadapan ribuan orang. Ini bukan sekadar busana, melainkan representasi semangat dari Borneo untuk dunia yang menunjukkan bahwa Kalimantan adalah bagian penting dari mozaik kebangsaan Indonesia yang bersinar di setiap cabang olahraga,” kata Endri.

Endri menambahkan, dalam kemegahan busana adat tersebut tersimpan pesan kuat bahwa prestasi bukan semata soal medali, melainkan tentang menjaga kehormatan bangsa dan menampilkan karakter bangsa Indonesia yang berani, beradab, dan berbudaya.  ***

wwwwww