Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
8 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
5 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
5 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Atlet Tenis Meja Muda Indonesia Hadapi Wakil Terbaik Asia di AYG Bahrain 2025

Atlet Tenis Meja Muda Indonesia Hadapi Wakil Terbaik Asia di AYG Bahrain 2025
Jason Christian . (NOC Indonesia)
Rabu, 29 Oktober 2025 16:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BAHRAIN - Timnas Tenis Meja Indonesia menunjukkan kiprahnya di Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025, menandai debut Indonesia Pingpong League (IPL) sebagai federasi yang berpartisipasi dalam multievent internasional.

Indonesia menurunkan empat atlet muda yang tampil di tiga nomor pertandingan: boys single, girls single, dan mixed double. Mereka adalah Oktavia Kirana, Diska Anindia Susanto, Jehezekel Jason Christian, dan Mochammad Tarikh.

“Ini pengalaman baru karena saya pertama kali ikut kompetisi se-Asia. Lawannya sampai dengan atmosfer venue pertandingan semuanya terasa baru,” ujar Jason Christian seusai bertanding.

“Lawan-lawannya bagus banget. Saya harus menambah jam latihan lagi dan meningkatkan teknik-teknik,” ucap Okta.

Keempat atlet tampil cukup impresif dengan berhasil lolos ke babak gugur di semua nomor. Di sektor girls single, Oktavia Kirana berhasil melaju hingga babak 32 besar sebelum harus mengakui keunggulan Wan-rong Lin (Chinese Taipei). Nasib serupa dialami Jason Christian yang terhenti di babak 32 besar usai kalah 0–3 dari Ritvik Gupta (India).

WartaPKU Oktavia Kirana. (NOC Indonesia
Oktavia Kirana. (NOC Indonesia)

Sementara itu, Mochammad Tarikh mencatat kemenangan dramatis atas Bilgun Ankhbayar (Mongolia) di babak 64 besar dengan skor 3–2, sebelum akhirnya dihentikan Yi-cing Yu (Chinese Taipei) di babak 32 besar.

Dari nomor mixed double, pasangan Oktavia Kirana/Mochammad Tarikh harus mengakui keunggulan Chin-ting Lin/Ying-syuan Wu (Chinese Taipei) di babak 32 besar. Pasangan lainnya, Diska Anindia Susanto/Jason Christian, juga terhenti di babak yang sama setelah kalah dari duet Malaysia, Yu Cheah/Hong Yu Tey.

Sekretaris Jenderal IPL Yon Mardiono, yang turut mendampingi Timnas Tenis Meja Indonesia di Bahrain, menilai keikutsertaan ini sebagai langkah penting untuk menambah jam terbang atlet muda Indonesia.

“Sudah lama atlet tenis meja kita tidak tampil di ajang internasional. Semua terasa baru bagi mereka. Saya selalu bilang, kalau mau jadi yang terbaik, belajar dari yang terbaik. Di sini mereka bertemu wakil terbaik dari seluruh Asia,” ujar Yon Mardiono.

Yon juga menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dalam menghadapi kompetisi. “Persiapan itu bukan hanya latihan teknis di pelatnas, tapi juga pola makan, istirahat, mental, dan strategi. Kalau mental tidak disiapkan, bisa kaget begitu bertanding,” tutupnya. ***

wwwwww