Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
19 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
19 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Malaysia Dapat Kado Dagang dari AS, Sawit dan Karet Kini Bebas Tarif Masuk

Malaysia Dapat Kado Dagang dari AS, Sawit dan Karet Kini Bebas Tarif Masuk
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyambut Presiden AS Donald Trump pada pemberhentian pertama kunjungannya ke Asia, di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, 26 Oktober 2025.(evelyn hockstein / reuters)
Senin, 27 Oktober 2025 12:15 WIB

JAKARTA  – Langkah diplomasi ekonomi Malaysia membuahkan hasil manis. Dalam perjanjian perdagangan baru yang ditandatangani Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, ribuan produk ekspor Malaysia resmi mendapat tarif nol persen saat masuk ke pasar AS.

Perjanjian ini menjadi terobosan besar bagi Malaysia yang tengah memperkuat daya saing ekspornya di tengah ketegangan perdagangan global. Dikutip dari Malay Mail, Senin (27/10/2025), Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Tengku Zafrul Abdul Aziz, menyebut sebanyak 1.711 pos tarif kini dibebaskan dari bea masuk 19 persen.

“Produk-produk utama seperti minyak sawit, karet, kakao, farmasi, dan suku cadang pesawat termasuk dalam daftar pembebasan tarif. Nilainya mencapai 5,2 miliar dolar AS atau sekitar 12 persen dari total ekspor Malaysia ke Amerika,” ujar Tengku Zafrul di sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur.

Ia menambahkan, langkah tersebut tidak mengubah komitmen dagang Malaysia–AS sebelumnya, melainkan meningkatkan akses produk Malaysia ke pasar Amerika. “Kesepakatan baru ini memberi peluang ekspor yang lebih besar dibanding perjanjian yang telah diumumkan sebelumnya,” tegasnya.

Selain itu, pemerintahan Trump juga sepakat memberikan perlakuan khusus terhadap ekspor semikonduktor Malaysia berdasarkan Trade Expansion Act AS Pasal 232 — sinyal penting bagi industri teknologi tinggi Malaysia yang terus berkembang pesat.

“Dari sisi manfaat, tarif impor yang lebih rendah akan membuat produk AS lebih kompetitif di Malaysia, sementara ekspor Malaysia juga akan melonjak berkat pembebasan bea masuk,” jelas Zafrul.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Malaysia juga menyetujui untuk tidak memberlakukan kuota ekspor terhadap logam tanah jarang dan mineral penting ke AS — langkah strategis di tengah kebijakan pembatasan ekspor yang diterapkan China.

Sebagai bagian dari perjanjian, Malaysia juga akan melakukan pembelian besar dari AS yang mencakup:

  • 30 unit pesawat, dengan opsi tambahan 30 unit berikutnya,
  • Semikonduktor, peralatan pusat data, dan komponen kedirgantaraan senilai 150 miliar dolar AS,
  • 5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun senilai 3,4 miliar dolar AS,
  • Batu bara dan produk telekomunikasi senilai 204 juta dolar AS.

Kunjungan pertama Trump ke Malaysia dalam rangka KTT AS–ASEAN juga diwarnai penandatanganan Perjanjian Damai Kuala Lumpur antara Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, yang turut disaksikan Anwar.

Data terbaru menunjukkan, Amerika Serikat kini melampaui China sebagai pasar ekspor terbesar Malaysia, dengan total perdagangan mencapai 324,91 miliar ringgit pada 2024 dan investasi langsung senilai 32,8 miliar ringgit.

“Kesepakatan ini memperkuat posisi Malaysia sebagai mitra dagang utama AS di Asia Tenggara. Ini bukan sekadar perdagangan, tetapi tonggak baru dalam kemitraan strategis yang saling menguntungkan,” pungkas Tengku Zafrul. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Kabar Bertuah, Kuliner, Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww