Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
17 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
17 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Hasan Nasbi Ingatkan Menkeu Purbaya: Gaya Sentilan Terbuka Bisa Goyang Kepercayaan Publik

Hasan Nasbi Ingatkan Menkeu Purbaya: Gaya Sentilan Terbuka Bisa Goyang Kepercayaan Publik
Senin, 27 Oktober 2025 12:22 WIB

JAKARTA – Sikap vokal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menuai sorotan. Di tengah berbagai kebijakan ekonomi yang sedang digodok pemerintah, gaya komunikasinya yang kerap melontarkan kritik terbuka terhadap pejabat lain dinilai tidak sehat bagi soliditas kabinet.

Pandangan itu disampaikan oleh mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Hasan Nasbi, yang menilai cara komunikasi Purbaya justru bisa menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri. Melalui kanal YouTube pribadinya, Hasan menyebut gaya “baku tikam” di depan publik seharusnya dihindari oleh pejabat negara.

“Sesama anggota kabinet tidak bisa saling menyerang di ruang terbuka terus-menerus. Kalau itu terjadi, justru akan melemahkan pemerintah,” ujar Hasan, dikutip Senin (27/10/2025).

Ia menegaskan, perbedaan pendapat dalam kabinet adalah hal wajar, namun cara penyampaiannya harus diatur. “Kalau mau debat, saling koreksi, atau bahkan marah-marah, lakukan di ruang tertutup. Kalau dilakukan di publik, justru yang senang adalah pihak yang ingin melihat pemerintah goyah,” jelasnya.

Hasan menilai, komunikasi terbuka antarpejabat yang bernada saling sindir hanya menciptakan persepsi negatif di masyarakat. Dalam jangka pendek, publik mungkin menganggap hal itu sebagai hiburan, tetapi dalam jangka panjang, dapat menurunkan kepercayaan terhadap pemerintah.

“Awalnya mungkin menarik, tapi lama-lama publik akan melihat pemerintah tidak solid. Ini bisa membuat kepercayaan masyarakat menurun,” ujarnya.

Menurut Hasan, menjaga kesatuan arah di dalam kabinet merupakan kunci keberhasilan pemerintahan. Ia menilai, jika pola komunikasi seperti ini dibiarkan berlanjut, publik bisa memandang para pejabat tidak lagi fokus bekerja untuk rakyat.

“Soliditas pemerintah itu penting sekali. Kalau hari ini si A disindir, besok si B dikritik, lalu si C diserang, publik akan melihat pemerintah seperti tak punya arah yang sama,” tegasnya.

Hasan berharap, para pejabat bisa mengelola perbedaan pandangan dengan lebih bijak. Ia menekankan pentingnya membangun budaya komunikasi internal yang sehat dan saling menghormati.

“Pemerintah harus tampil kompak di depan publik. Kritik boleh, tapi sampaikan di tempat yang tepat, bukan di depan kamera,” tutupnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Kabar Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota, Keuangan
wwwwww