Erick Thohir Rangkul Ultras Garuda, Suara Suporter Jadi Kompas Pembenahan PSSI
![]() |
| Kelompok suporter Timnas Indonesia, Ultras Garuda Indonesia 1945. (rahmat ari hidayat/skor.id) Skor.id |
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh diskusi. Erick menegaskan, kritik dan masukan dari suporter bukan hal yang harus dihindari, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun sistem sepak bola yang lebih sehat. “Saya menerima masukan ini sebagai bukti bahwa PSSI terbuka dan mau belajar. Kita semua ingin sepak bola Indonesia maju bersama,” ujarnya.
Menurut Erick, langkah berdialog dengan suporter merupakan bentuk penghormatan terhadap mereka yang selama ini menjadi garda depan dalam mendukung Timnas, baik di dalam maupun luar negeri. “Suporter itu jantung sepak bola. Tanpa mereka, atmosfer kompetisi dan semangat tim tidak akan hidup. Karena itu, mereka harus didengar,” tegasnya.
Ultras Garuda dalam kesempatan tersebut menyampaikan sejumlah catatan, termasuk evaluasi terhadap performa Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Suporter juga mendorong PSSI agar lebih transparan dalam proses pembinaan dan pengambilan keputusan. Mereka menilai, kegagalan di ajang internasional harus menjadi momentum untuk berbenah, bukan sekadar mencari kambing hitam.
Erick mengaku menerima kritik tersebut dengan lapang dada. Ia menegaskan, kegagalan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia menjadi pelajaran penting bagi federasi. “Kami sadar, hasil di lapangan belum sesuai harapan. Tapi kami tidak berhenti di situ. Kami evaluasi total, termasuk soal pelatih dan arah pembinaan dari usia muda hingga senior,” ungkapnya.
Dalam sesi jumpa pers sehari sebelumnya, Jumat (24/10/2025), Erick juga sudah menegaskan bahwa PSSI kini lebih selektif dalam mencari pelatih Timnas yang sesuai dengan filosofi permainan nasional. “Kami ingin pelatih yang bisa menyatukan visi dari U-20, U-23, hingga tim senior. Ini kerja jangka panjang,” katanya.
Ia juga menegaskan sikap tanggung jawabnya atas hasil yang belum maksimal. “Sepak bola itu naik-turun. Setelah kegagalan, saya langsung meminta maaf kepada Presiden Prabowo dan masyarakat. Ini bukan soal kalah, tapi bagaimana kita belajar dan memperbaiki,” jelasnya.
Pertemuan dengan Ultras Garuda menjadi salah satu langkah konkret PSSI dalam membangun hubungan yang lebih terbuka dengan para suporter. Sebelumnya, PSSI juga telah mengadakan dialog dengan Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PNSSI) dan komunitas LA Grande Indonesia.
Erick menegaskan, reformasi sepak bola tidak akan berjalan tanpa dukungan publik. “Sepak bola bukan milik federasi saja. Ini milik semua orang—pemain, pelatih, suporter, dan masyarakat. Kita harus bergerak bersama,” tandasnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Gelanggang, Mimbar Bertuah |











