Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
Nusantara
21 jam yang lalu
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
2
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
3
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
Gelanggang
22 jam yang lalu
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
4
Wali Kota Pekanbaru Resmi Buka MTQ Tingkat Kecamatan Payung Sekaki di Masjid Istiqlal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Resmi Buka MTQ Tingkat Kecamatan Payung Sekaki di Masjid Istiqlal
Home  /  Berita  /  Gelanggang
53rd Artistic Gymastic World Championships 2025

Ulang Persaingan Final Olimpiade 2024 : Yulo Sabet Emas Vault, Davtyan Perak

Ulang Persaingan Final Olimpiade 2024 : Yulo Sabet Emas Vault, Davtyan Perak
Gymnast Filipina, Carlos Yulo. (JAGOC)
Sabtu, 25 Oktober 2025 18:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Final nomor vault putra Olimpiade 2024 Paris terulang pada 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025, ketika gymnast Filipina Carlos Yulo bersaing ketat dengan gymnast Armenia, Artur Davtyan.

Seperti Paris 2024, Yulo kembali meraih medali emas vault putra, disusul Davtyan yang menyabet perunggu.

Dalam final vault putra di Indonesia Arena pada Sabtu (25/10), Yulo mengumpulkan total 14.866 poin, unggul 0,033 dari Davtyan. Sementara medali perunggu diraih gymnast Ukraina, Nazar Chepurnyi. Peringkat final ini juga tak berubah dibanding babak kualifikasi, di mana ketiganya juga berurutan memuncaki klasemen.

“Kurang lebih sama seperti di [Paris 2024], tapi penampilan barusan benar-benar bagus dan saya sangat senang dengan hasilnya,” kata Yulo, saat ditanya soal persaingan yang berulang dengan Davtyan.

Bagi Carlos Yulo, raihan emas vault ini sekaligus membayar kegagalan sehari sebelumnya pada final floor exercise. Dalam final floor, gymnast Filipina tersebut hanya meraih perunggu usai kalah poin dari duo Inggris, Jake Jarman dan Luke Whitehouse.

Mendapat giliran tampil ketiga, Yulo tak tergoyahkan hingga babak final vault berakhir di Indonesia Arena, Jakarta. Yulo meraih poin total 14.866, jauh lebih tinggi dari catatannya pada babak kualifikasi yakni 14.750.

Soal kegagalan di final sebelumnya, Yulo mengaku hal itu tak mengganggunya. Bahkan, ia menyebut kegagalan kemarin “menambah motivasi untuk lebih baik.”

“TIdak ada yang perlu disesali soal kemarin,” kata Yulo lagi.

“[final floor] kemarin adalah pengalaman luar biasa bagi saya dan saya senang bisa mendapat medali perunggu.”

Apparatus vault memang spesialisasi gymnast 25 tahun tersebut.

Selain meraih emas olimpiade, Yulo juga menyabet emas vault pada world championships 2021.

Peraih medali perunggu Nazar Chepurnyi mengaku gembira dengan raihan pada 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships.

Catatan tahun ini mengulang pencapaian world championships 2023, di mana ia juga meraih perunggu.

“Saya sangat senang [mendapat] perunggu. Saya sangat gembira bisa memberikan medali untuk negara saya,” kata Chepurnyi.

Menurut gymnast 23 tahun itu, bersaing dengan dua olimpian yang meraih medali pada Paris 2024 justru menjadi motivasinya untuk menjadi lebih baik.

“Bagi saya, itu [bersaing dengan Yulo dan Davtyan] memberi motivasi untuk bekerja lebih keras agar bisa mendekati kemampuan mereka. Saya akan mencoba untuk menantang kedua olimpian itu,” pungkasnya. ***

wwwwww