Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Tragedi Hotel Palembang: Wanita Hamil Ditemukan Tak Bernyawa, Suami Minta Keadilan

Tragedi Hotel Palembang: Wanita Hamil Ditemukan Tak Bernyawa, Suami Minta Keadilan
Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel, dr. Indra Nasution, saat menjelaskan kondisi jasad korban AP yang mengalami kekerasan fisik (foto: liputan6.com/nefri inge)
Senin, 13 Oktober 2025 16:43 WIB

PALEMBANG – Duka mendalam menyelimuti keluarga AP (22), wanita muda yang ditemukan tewas di sebuah kamar hotel kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Palembang. Korban yang tengah hamil muda ditemukan dalam kondisi mengenaskan: tangan terikat jilbab, mulut tersumbat pakaian, dan leher penuh luka.

Kematian AP pada Sabtu sore (11/10/2025) itu menimbulkan banyak tanda tanya. Polisi kini tengah memburu pria misterius yang terakhir kali terlihat bersama korban saat check-in ke hotel tersebut sehari sebelumnya.

Kapolsek Ilir Timur II Palembang, Kompol Muhammad Ismail, mengatakan penyelidikan dilakukan secara intensif, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi. “Kami fokus mencari tahu siapa pria yang terakhir bersama korban. Dari TKP ditemukan sejumlah petunjuk, termasuk bercak darah yang diduga milik pelaku,” ujarnya, Minggu (12/10/2025).

Dari hasil autopsi awal RS Bhayangkara Polda Sumsel, dokter forensik dr. Indra Nasution memastikan korban meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan oleh petugas hotel. “Ada tanda-tanda kekerasan fisik di wajah dan leher korban. Lehernya tampak ditekan, kemungkinan menyebabkan sesak napas. Kedua tangannya diikat dengan jilbabnya sendiri,” jelasnya.

Lebih memilukan lagi, korban ternyata sedang mengandung. Dari hasil pemeriksaan medis, kehamilannya sudah memasuki trimester pertama. Tim forensik juga mengambil sampel biologis untuk memastikan apakah sebelum meninggal korban sempat mengalami kekerasan seksual.

Keterangan dari pegawai hotel turut memperkuat dugaan bahwa korban tidak sendirian. Ernawati, resepsionis yang bertugas pada Jumat (10/10/2025), mengatakan korban datang bersama seorang pria sekitar pukul 16.00 WIB.

“Korban yang memesan kamar, sementara pria itu tidak mencatatkan identitasnya di buku tamu,” ujarnya. 

Kecurigaan baru muncul keesokan harinya saat waktu check-out sudah lewat, namun korban tak juga keluar. Petugas hotel berulang kali mengetuk pintu tanpa jawaban, hingga akhirnya membuka kamar dengan kunci cadangan. “Begitu pintu dibuka, korban sudah tidak bernyawa di atas kasur. Kami langsung lapor polisi,” kata Ernawati.

Pihak keluarga korban mengaku terpukul dan tak menyangka AP meninggal dengan cara tragis. Sang ayah, An (56), mengungkapkan bahwa anaknya pamit dari rumah pada Jumat siang untuk menemani suaminya bekerja, tapi setelah itu tidak pernah pulang.

“Tidak pernah cerita apa pun, termasuk soal rumah tangganya. Kami baru tahu kabar anak saya meninggal dari polisi,” katanya lirih.

Sementara suami korban, AR (36), mengatakan hatinya hancur saat mendengar kabar istrinya meninggal dalam keadaan mengenaskan. Ia berharap polisi segera mengungkap pelaku yang tega menghabisi nyawa istrinya dan calon anak mereka.

“Saya tidak punya masalah dengan dia. Saya hanya ingin pelakunya cepat tertangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujarnya dengan nada tegas. 

Kasus ini kini ditangani langsung oleh Satreskrim Polrestabes Palembang dengan dukungan tim forensik Polda Sumsel. Polisi telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk rekaman CCTV, sampel darah, serta pakaian korban.

Tragedi ini menjadi peringatan keras tentang masih lemahnya sistem keamanan di sejumlah penginapan. Di tengah penyelidikan yang terus bergulir, publik berharap aparat segera menemukan pelaku dan menyingkap motif di balik pembunuhan keji terhadap perempuan muda yang tengah mengandung itu. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww