Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
24 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
23 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
5 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Patrick Kluivert Angkat Bahu Soal Skandal Naturalisasi Malaysia: Saya Tak Mau Buang Waktu

Patrick Kluivert Angkat Bahu Soal Skandal Naturalisasi Malaysia: Saya Tak Mau Buang Waktu
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert di Stadion Madya, komplek GBK, Senayan.
Rabu, 08 Oktober 2025 07:20 WIB

JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menolak ikut menanggapi kisruh sepak bola Malaysia yang tengah disorot dunia. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik mengomentari skandal naturalisasi pemain Malaysia, yang berujung pada sanksi berat dari FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain keturunan yang terlibat.

“Saya tidak ingin membicarakan hal itu. Saya hanya ingin fokus pada pertandingan besok. Saya tidak tahu soal itu, dan saya tidak tertarik,” kata Kluivert singkat dalam konferensi pers jelang laga Indonesia vs Arab Saudi, Selasa (7/10/2025).

Kluivert menegaskan bahwa seluruh fokusnya kini tertuju pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat, di mana skuad Garuda akan menjalani laga penting melawan tim kuat Timur Tengah tersebut. 

“Kami sudah berlatih keras dan bersiap dengan baik. Fokus saya hanya untuk membawa Timnas tampil maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Malaysia tengah menjadi sorotan setelah FIFA membuktikan adanya praktik pemalsuan dokumen kelahiran leluhur tujuh pemain naturalisasi agar mereka memenuhi syarat membela tim nasional negeri jiran tersebut. 

Dalam dokumen resmi bertajuk Football Association of Malaysia Disciplinary Decision tertanggal 6 Oktober 2025, FIFA menulis bahwa FAM dengan sengaja memalsukan data pemain demi memuluskan proses naturalisasi. 

“Berdasarkan bukti yang tersedia, Komite Disiplin FIFA menyimpulkan bahwa dokumen yang diajukan oleh FAM telah dipalsukan untuk menghindari regulasi keabsahan pemain,” tulis laporan investigasi tersebut.

Atas pelanggaran serius itu, FIFA menjatuhkan sanksi denda sebesar CHF 350.000 (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM, serta menghukum tujuh pemain dengan skorsing selama 12 bulan dan denda individu CHF 2.000 (Rp43 juta). 

Namun, FAM membantah tudingan tersebut dan menyatakan akan mengajukan banding. Dalam pernyataan resminya, FAM menyebut keputusan FIFA “tidak adil dan tidak disertai bukti konkret.”

“Seluruh dokumen pemain sudah diverifikasi sesuai prosedur. Tidak ada pemalsuan atau upaya menghindari regulasi,” tulis FAM. 

Kasus ini menjadi sorotan besar di Asia Tenggara, terutama di tengah rivalitas sepak bola Indonesia–Malaysia. Meski begitu, Kluivert enggan menjadikan skandal tersebut bahan perhatian.

“Bagi saya, yang penting adalah bagaimana Indonesia bermain bagus dan meraih hasil positif. Saya tidak tertarik membicarakan negara lain,” tegas Kluivert. 

Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa disiplin, fokus, dan mentalitas positif menjadi kunci penting bagi Timnas Indonesia di laga-laga besar ke depan. 

“Semua energi saya dan pemain hanya untuk pertandingan melawan Arab Saudi. Kami menghormati semua lawan, tapi kami datang untuk menang,” pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Mimbar Bertuah
wwwwww