Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
10 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Parlemen

PPP tak Lolos ke Senayan, Romi: Pelajaran Besar di Usia 51 Tahun

PPP tak Lolos ke Senayan, Romi: Pelajaran Besar di Usia 51 Tahun
Mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy.
Senin, 29 September 2025 06:00 WIB
JAKARTA – Isu Muktamar X PPP 2025 yang digelar di Ancol, Jakarta, 27-28 September 2025, diwarnai refleksi pahit atas kegagalan partai berlambang Kabah itu menembus Senayan pada Pemilu 2024. Mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy, menyebut kegagalan tersebut menjadi catatan kelam sepanjang perjalanan partai.

"Kita dapat suara 3,82 persen, kurang 0,18 persen saja. Suasana kebatinannya campur aduk. Dalam 11 kali Pemilu baru pertama kali kita nggak lolos. Dalam 51 tahun sejarah juga baru pertama kali. Tentu mengejutkan, karena kita tidak pernah menyangka," ujar Romi saat berbincang dengan pengamat politik, Hendri Satrio, di kanal YouTube Hendri Satrio Official, Minggu malam (28/9/2025).

Romi menduga ada operasi politik yang membuat suara PPP menyusut drastis di sejumlah basis utama. "Ada satu partai politik yang saat itu dibantu kekuatan supra struktur negara. Akibatnya penyebut jadi besar, sementara pembilang tetap. Caranya dengan memindahkan suara tidak sah, karena kalau mengganggu suara partai lain bisa ketahuan," jelasnya.

Pernyataan itu ditanggapi Hendri Satrio dengan menyinggung partai yang baru mengganti logo. "Kita nggak perlu sebut nama partainya, cukup meraba-raba saja," katanya.

"Rabaan Bung Hendri ini nggak salah biasanya," timpal Romi sambil berkelakar.

Partai yang disinyalir mendapat keuntungan dari operasi politik tersebut adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:rmol.id
Kategori:Parlemen
wwwwww