Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
14 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
14 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Apartemen Nadiem Digeledah, Kasus Korupsi Laptop Rp9,3 Triliun Masuki Babak Baru

Apartemen Nadiem Digeledah, Kasus Korupsi Laptop Rp9,3 Triliun Masuki Babak Baru
Apartemen mantan Mendikbud Nadiem Makarim digeledah Kejagung. (cnn indonesia/adhi wicaksono)
Jum'at, 12 September 2025 21:18 WIB

JAKARTA – Skandal korupsi pengadaan laptop dalam Program Digitalisasi Pendidikan periode 2019–2022 terus berkembang. Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini menggeledah apartemen milik mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, di Jakarta Selatan, dan menyita sejumlah dokumen yang kini menjadi bahan penyidikan.

“Penggeledahan dilakukan sekitar dua atau tiga minggu lalu. Tidak ada uang yang ditemukan, tetapi ada dokumen yang kini sedang kami dalami,” ujar Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, Jumat (12/9/2025).

Nadiem telah ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lainnya: Mulyatsyah (eks Direktur SMP Kemendikbudristek), Sri Wahyuningsih (eks Direktur SD), Jurist Tan (mantan staf khusus Nadiem), dan Ibrahim Arief (mantan konsultan teknologi).

Program senilai Rp9,3 triliun ini seharusnya menyediakan 1,2 juta unit laptop untuk sekolah di seluruh Indonesia, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Namun, penggunaan Chromebook yang membutuhkan koneksi internet justru dinilai tidak sesuai dengan kondisi sekolah di wilayah 3T yang minim infrastruktur.

Dugaan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun, terdiri dari Rp480 miliar dari pengadaan software (CDM) serta Rp1,5 triliun dari mark up harga laptop. Proyek yang seharusnya mendukung kesetaraan pendidikan digital justru berubah menjadi kasus korupsi besar.

Penggeledahan apartemen Nadiem menjadi simbol bahwa penyidik mulai menelusuri bukti lebih dalam. Meski belum ada uang yang disita, dokumen yang diamankan diyakini akan membuka jalur baru dalam mengurai praktik penyimpangan di balik proyek ambisius ini.

Kini publik menunggu apakah langkah Kejagung akan mampu membongkar siapa saja aktor di balik skandal yang menodai nama baik program pendidikan nasional tersebut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Cendekia, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww