Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Cerita Remisor: Dari Serpihan Kecil hingga Temuan Helikopter Terbakar di Gunung Belumutan

Cerita Remisor: Dari Serpihan Kecil hingga Temuan Helikopter Terbakar di Gunung Belumutan
Penampakan buntut helikopter yang ditemukan jatuh di Hutan Mentewe Kalsel.
Kamis, 04 September 2025 05:01 WIB

TANAH BUMBU – Pagi buta, Rabu (3/9/2025), langkah kaki Remisor bersama tim pencarian menembus hutan Mentewe. Di balik kabut dan medan terjal Gunung Belumutan, warga Desa Gunung Raya itu akhirnya menjadi saksi pertama penemuan bangkai helikopter Estindo Air yang hilang kontak sejak 1 September 2025.

Awalnya, perjalanan hanya bermodalkan koordinat dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Dari Gunung Putar hingga ke lembah-lembah curam, tak ada hasil. Hingga pada pukul 14.45 Wita, sebuah bayangan menyerupai atap pondok tampak di kejauhan.

"Setelah mendekat ternyata ekor helikopter yang terpisah dari badan. Kami langsung yakin, itu helikopter," kata Remisor saat ditemui malam harinya.

Bangkai helikopter terlihat hangus terbakar, berada sekitar 300 meter dari puncak Gunung Belumutan dengan kemiringan tanah 75 derajat. Lokasi itu juga hanya berjarak sekitar 300 meter dari titik terakhir helikopter terdeteksi sebelum hilang kontak.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengungkapkan jasad pertama ditemukan pukul 15.53 Wita, berjarak 100 meter dari reruntuhan. “Korban telah dilakukan proses body packing dan siap dievakuasi ke Posko Lapangan,” ujarnya.

Tim SAR gabungan menyebut koordinat jatuhnya helikopter berada di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, sekitar 700 meter dari perkiraan awal.

Helikopter tipe BK117 D3 milik Estindo Air itu membawa delapan orang saat dinyatakan hilang, yakni Capt. Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.

Medan ekstrem membuat proses evakuasi tidak mudah, namun tim terus bekerja menembus malam untuk memastikan seluruh penumpang dapat ditemukan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww