Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
10 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
3 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Pramono Anung Dinilai Bijak Tak Temui Massa, Katar: Aksi Ditujukan ke DPR dan Pusat

Pramono Anung Dinilai Bijak Tak Temui Massa, Katar: Aksi Ditujukan ke DPR dan Pusat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (foto: ppid dki jakarta)
Selasa, 02 September 2025 18:58 WIB

JAKARTA – Keputusan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk tidak menemui massa demonstrasi yang memadati ibu kota pekan lalu menuai pembelaan. Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (Katar) menilai langkah itu sudah sesuai porsinya.

“Fokus tuntutan massa kemarin adalah DPR RI dan pemerintah pusat. Jadi wajar bila Gubernur DKI tidak turun tangan,” kata Ketua Katar, Sugiyanto, Selasa (2/9/2025).

Menurut Sugiyanto, bila Pramono nekat muncul di depan massa, justru akan menimbulkan tafsir politik yang salah. “Seolah-olah Gubernur DKI ingin mengambil alih panggung isu nasional. Padahal itu bukan ranahnya,” ujarnya.

Katar menilai, keputusan Pramono lebih tepat diarahkan pada menjaga stabilitas kota. “Dengan situasi Jakarta yang rawan, kepala daerah memang harus lebih fokus mengamankan wilayah dan menata kembali kota usai demo,” jelasnya.

Muncul perbandingan dengan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menemui massa langsung. Namun Sugiyanto menyebut kondisi keduanya berbeda. “Di Yogyakarta dan Jawa Barat, tuntutan demonstran memang ditujukan ke pemprov setempat. Di Jakarta, isu yang diangkat sepenuhnya ditujukan ke DPR,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut Katar, sikap Pramono tidak bisa dibaca sebagai abai, melainkan strategi menghindari tafsir keliru di tengah situasi politik yang sedang panas.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kabar Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww