Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
11 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
4 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Pertemuan Gibran dengan Ojol Jadi Polemik, Asosiasi Tuding Tak Ada Keterwakilan Resmi

Pertemuan Gibran dengan Ojol Jadi Polemik, Asosiasi Tuding Tak Ada Keterwakilan Resmi
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bertemu pengemudi ojol Gojek dan Grab di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Ahad (31/8/2025).
Selasa, 02 September 2025 18:02 WIB

JAKARTA – Pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sekelompok pengemudi ojek online (ojol) di Istana Wakil Presiden pada Minggu (31/8/2025) menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, asosiasi resmi pengemudi ojol mengaku tidak dilibatkan.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengatakan pihaknya tak mengenal sosok-sosok yang hadir di pertemuan tersebut. “Siapa orang-orang ini yang mengaku pakai atribut ojol? Kapasitas mereka apa? Apakah mewakili kami, atau sekadar pertemuan pribadi?” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Menurut Igun, seharusnya undangan resmi disampaikan lewat asosiasi agar aspirasi yang dibicarakan jelas representasinya. “Kalau resmi, tentu ada keterwakilan dari jaringan kami yang ada di seluruh Indonesia. Bukan asal tunjuk orang untuk bicara di hadapan Wapres,” katanya. 

Ia bahkan mempertanyakan motif pertemuan itu. “Apakah ini rekayasa politik untuk menarik simpati pengemudi, atau memang benar-benar dialog tulus? Karena kami tidak merasa ada anggota yang hadir,” tegasnya. 

Di sisi lain, Gojek memastikan salah satu yang hadir, Mohamad Rahman Tohir alias Cang Rahman, memang mitra aktif sejak 2015. Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya, menyebut aspirasi yang dibawa adalah suara sehari-hari para pengemudi. “Mulai dari solidaritas, bantuan untuk keluarga rekan yang berpulang, sampai harapan agar situasi tetap damai,” jelasnya.

Ade juga menambahkan, Kantor Wakil Presiden yang langsung meminta aplikator menghadirkan perwakilan mitra dari berbagai platform. “Dengan cara ini, kami bisa memastikan mitra yang hadir benar-benar aktif,” ucapnya.

Meski begitu, perdebatan tak terhindarkan. Bagi sebagian besar pengemudi ojol, pertemuan itu meninggalkan kesan bahwa suara mereka tidak sepenuhnya terwakili.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Balai Kota
wwwwww