Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis, Koalisi Sipil Sumbar Tuntut Kapolri Mundur
![]() |
PADANG – Tragedi meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat pengamanan aksi di Jakarta, telah mengguncang hati publik. Bagi Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Barat, peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan potret gelap bagaimana negara memperlakukan warganya sendiri.
“Nyawa rakyat seakan begitu murah di mata aparat yang seharusnya melindungi,” tegas pernyataan sikap Koalisi dalam konferensi pers di Padang, Jumat (29/8/2025).
Sejak gelombang aksi 25 Agustus lalu, laporan penangkapan sewenang-wenang, intimidasi, dan pemukulan massa aksi terus bermunculan. Koalisi menilai kondisi ini telah menodai prinsip demokrasi, hukum, dan konstitusi yang seharusnya menjadi pijakan negara.
Lima Tuntutan Tegas
Dalam pernyataannya, Koalisi Sipil Sumbar menyampaikan lima poin tuntutan:
- Mengutuk keras kekerasan aparat yang menewaskan massa aksi, termasuk Affan Kurniawan.
- Menuntut Kapolri dan jajarannya bertanggung jawab, serta mengadili personel yang terbukti brutal.
- Mendesak Kapolri mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik, serta mendorong reformasi total Polri.
- Menghentikan penangkapan tanpa prosedur hukum dan segera membebaskan peserta aksi yang masih ditahan.
- Menjamin akses bantuan hukum yang adil bagi semua massa aksi yang ditangkap.
“Kami Tidak Akan Diam”
Koalisi yang terdiri dari LBH Padang, Pusat Studi Konstitusi FH Unand, WALHI Sumbar, AJI Padang, hingga Koalisi Perempuan Indonesia, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini.
“Tragedi ini bukan soal angka korban. Ini tentang martabat manusia yang diinjak dan rasa aman yang direnggut dari kita semua. Kami tidak akan diam. Kami tidak akan mundur. Setiap kekerasan akan kami jawab dengan solidaritas yang lebih besar,” tutup Koalisi Sipil Sumbar. ***










