Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
10 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
3 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Legislator PDIP Tanggapi Demo Soal Gaji DPR, “Aspirasi Hilang Makna Kalau Anarkis”

Legislator PDIP Tanggapi Demo Soal Gaji DPR, “Aspirasi Hilang Makna Kalau Anarkis”
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Arya Bima di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025). (Foto: inilah.com/clara)
Senin, 25 Agustus 2025 14:30 WIB

JAKARTA – Suasana di depan Gedung DPR RI, Senin (25/8/2025), dipenuhi massa dari berbagai kelompok yang menggelar aksi demonstrasi. Mereka menyuarakan beragam tuntutan, mulai dari mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga menolak gaji dan tunjangan fantastis anggota dewan.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Arya Bima, menanggapi aksi tersebut dengan mengingatkan agar penyampaian aspirasi tidak dilakukan secara anarkis. 

“Aspirasi sebaik apapun itu harus didengar. Tapi kalau anarki, aspirasi jadi tidak menarik,” kata Arya kepada wartawan di Kompleks Parlemen.

Ia menambahkan, dirinya tidak mengetahui apakah ada anggota DPR yang akan menemui massa, sebab jadwal rapat kerja dengan Kementerian Dalam Negeri soal penerimaan daerah masih berlangsung. 

Sementara itu, aparat kepolisian menutup jalan menuju Kompleks Parlemen di Jalan Gatot Subroto. Penutupan ini membuat sejumlah demonstran kesal dan mendesak polisi membuka akses jalan. 

“Buka jalannya pak polisi, kami nggak bisa masuk kalau ditutup,” teriak beberapa massa. 

Kericuhan sempat hampir pecah ketika sebuah minibus polisi melintas di depan DPR. Kendaraan itu langsung dikepung dan dihujani makian oleh demonstran. 

Hingga sore, aksi belum sepenuhnya padat. Massa masih berkumpul di sekitar kawasan DPR, sementara mobil komando yang biasanya menjadi pusat orasi belum terlihat di lokasi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kabar Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww