Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
10 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Balai Kota

PKS Dukung Presiden Reshufle Menteri dan Wakil Menteri Bermasalah

PKS Dukung Presiden Reshufle Menteri dan Wakil Menteri Bermasalah
Ketua MPP PKS Mulyanto. (Ist)
Senin, 25 Agustus 2025 13:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, minta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih menyusul ditangkapnya Wamenaker Immanuel Ebenerzer dan kontroversi pernyataan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi tentang penyebab kematian bayi Raya di Sukabumi.

Mulyanto menilai ini saat yang tepat bagi Presiden Prabowo untuk mengganti Menteri dan Wakil Menteri yang tidak mampu dan tidak amanah dalam menjalankan tugas. Presiden harus membentuk zaken kabinet (kabinet ahli) seperti yang dijanjikan saat kampanye. Ia menilai tantangan kerja Pemerintahan ke depan sangat berat karena itu perlu tim kerja yang solid dan dapat dipercaya.

“Pernyataan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi (22/8/2025) terkait kasus penyakit cacingan yang menyebabkan kematian Raya, balita di Sukabumi, menimbulkan kontroversi. Menyikapi hal tersebut Menteri harusnya lebih akurat dalam memberikan pernyataan agar solusi yang diambil secara nasional juga akurat. Jangan pernyataan Menteri malah dikoreksi oleh Dekan Fakultas Kedokteran. Ini kan tidak elok.

Kalau diagnosis suatu penyakit itu keliru maka Tindakan maupun langkah preventif kesehatan masyarakatnya pun bisa keliru. Ini akan tidak efektif bagi upaya penanggulangan penyakit tersebut di masyarakat,” singgung Mulyanto.

Mulyanto menegaskan Menteri Kesehatan harusnya itu diisi oleh seorang berlatar belakang dokter, bukan ahli dari bidang lain. Ahli kedokteran di Indonesia sangat banyak. Presiden dapat memilih personal yang dinilai cakap secara pekerjaan dan baik dalam bekerjasama.

Mulyanto juga prihatin dengan peristiwa penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Immanuel Ebenezer oleh KPK. Mulyanto khawatir rentetan peristiwa ini dapat menurunkan kepercayaan publik pada Pemerintahan Presiden Prabowo. Karena itu Presiden perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk membangun suasana optimisme di dalam masyarakat menjelang satu tahun Kabinet Merah Putih.

“Mungkin ini saat yang tepat bagi Presiden Prabowo untuk mengkonsolidasikan Pemerintahannya agar semakin kokoh melalui penguatan para Menteri,” tegasnya. ***

wwwwww